Surabaya (beritajatim.com) – Bunga Tabebuya kembali menghiasi beberapa sudut Kota Surabaya dengan keindahannya yang memukau. Setiap tahunnya, momen mekar bunga yang mirip Bunga Sakura ini selalu dinanti oleh warga.
Tidak hanya menawarkan pemandangan cantik yang memanjakan mata, mekarnya Bunga Tabebuya juga sering menjadi pertanda bahwa musim hujan akan segera tiba di Surabaya.
Mekarnya Bunga Tabebuya di Surabaya selalu menjadi perhatian, terutama karena keindahan warna-warna bunganya yang memeriahkan jalanan kota. Pohon Tabebuya (Handroanthus chrysotrichus) dikenal dengan bunga-bunga berwarna cerah seperti kuning, merah muda, hingga putih.
Bunga Tabebuya banyak ditemukan di sepanjang jalan protokol di Surabaya, seperti Jalan Raya A.Yani, Raya Diponegoro, Raya Darmo, dan beberapa lokasi lainnya.
Warga Surabaya dan pengunjung sering memanfaatkan momen ini untuk berfoto dan menikmati suasana yang menyerupai musim semi di negara-negara lain.
Pohon Tabebuya sendiri dikenal sebagai tanaman yang mudah dirawat dan tahan terhadap kondisi lingkungan perkotaan yang panas. Oleh karena itu, tidak heran jika pohon ini banyak ditanam di berbagai kota, terutama di Surabaya, yang iklimnya tropis.
Jadwal Mekar Tabebuya sebagai Tanda Musim Hujan
Selain daya tarik estetikanya, mekarnya Bunga Tabebuya juga menjadi indikator alami perubahan musim di Surabaya. Bunga ini biasanya mekar ketika suhu udara mulai menurun dan kelembapan udara meningkat, yang sering menjadi tanda bahwa musim hujan akan segera datang.
Adapun biasanya, bunga ini mekar menjelang datangnya musim hujan, yakni sekitar bulan Oktober hingga Desember.
Selama periode ini, warna-warna bunga Tabebuya menghiasi berbagai sudut kota dan membuat suasana Surabaya lebih sejuk dan asri. Setelah bunga mekar, daun-daun akan kembali rimbun, menandakan berakhirnya masa berbunga.
Ini menjadi pengingat bagi warga untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca, termasuk kemungkinan curah hujan yang lebih tinggi.
Meskipun mekarnya Bunga Tabebuya sering dianggap sebagai pertanda musim hujan, tidak selalu pasti bahwa musim hujan akan datang tepat setelah bunga ini mekar. Namun, fenomena ini menjadi semacam “alarm” alam bagi warga Surabaya. [fyi/aje]






