Mojokerto (beritajatim.com) — Upaya mewujudkan swasembada pangan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya melalui sinergi antara Perum Bulog Mojokerto dan Pemerintah Kota Mojokerto dalam penyerapan komoditas jagung dan beras dari petani lokal.
Kerja sama ini dinilai strategis untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat. Melalui program penyerapan hasil panen, Bulog berperan sebagai offtaker yang membeli gabah, beras, dan jagung sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Langkah tersebut memberikan kepastian pasar dan harga yang layak bagi petani, khususnya saat musim panen raya ketika harga komoditas biasanya mengalami penurunan. Pemkot Mojokerto turut berperan aktif melalui pendataan lahan pertanian, pendampingan kelompok tani, serta koordinasi dengan dinas terkait guna memastikan kualitas dan kuantitas hasil panen memenuhi standar. Selain itu, sosialisasi mekanisme penjualan ke Bulog juga dilakukan agar proses penyerapan berjalan lancar dan transparan.
Pemimpin Cabang Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, menegaskan, ketersediaan stok di gudang menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasar. “Dengan stok beras dan jagung yang mencukupi di gudang Bulog, stabilitas pasokan dan harga di pasar dapat lebih terjamin,” ungkapnya, Sabtu (14/2/2026).
Komoditas jagung yang diserap juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan sektor peternakan dan industri pangan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan petani tetapi juga pelaku usaha hilir. Kolaborasi antara Bulog dan pemerintah daerah ini menunjukkan bahwa keberhasilan swasembada pangan sangat bergantung pada kerja sama solid, yakni antara pemerintah, BUMN pangan, dan petani. Sinergi tersebut diharapkan terus berlanjut serta dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. [tin/kun]






