Magetan (beritajatim.com) – Buku Trilogi Madiun Raya: Benteng Terakhir Kasultanan Yogyakarta dilaunching pada hari Jumat (25/8/2023). Kabupaten Magetan dipilih jadi lokasi launching karena sejarah lokalnya termuat dalam buku karya Akhlis Syamsal Qomar itu.
Bupati Magetan Suprawoto dan sejarawan kondang Peter Carey pun hadir dalam launching buku di Pendapa Surya Graha.
Buku tersebut berisi sejarah lokal Magetan yang erat hubungannya dengan Ronggo Prawirodirjo III, Bupati Brang Wetan atau saat ini dekanal sebagai eks-Karesidenan Madiun. Ronggo Prawirodrjo III itu bertahta di Kraton Maospati.
Peter Carey, dalam kesempatan tersebut, berharap akan semakin banyak pemuda yang ikut andil dalam sejarah.
“Kami di Magetan bisa menghargai leluhur dengan menciptakan koneksi dengan leluhur, tanpa koneksi hanya tinggal nama dan koneksi tersebut dengan buku dan bangga atas sejarah Madiun raya,” papar Peter.
Bupati Suprawoto mengatakan sejarah lokal Magetan perlu dipahami oleh masyarakat. Dirinya mengapresiasi ada yang mau menelurkan karya yang menerangkan tentang sejarah Magetan.
“Buku ini kan membahas kiprah Ronggo Prawirodirjo III. Sejarah lokal adalah sejarah yang harus dipahami oleh masyarakatnya. Saya mengapresiasi, buku ini bisa dilaunching di Magetan,” kata Mantan Sekjen Kementerian Kominfo itu.
BACA JUGA:
Jejak Sejarah Pondok Gontor, Upaya Mengukir Pendidikan Berkualitas untuk Generasi Islam
Akhlis Syamsal Qomar sang penulis menambahkan bahwa buku Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta ini adalah puzzle dari sejarah Madiun Raya, termasuk Magetan.
“Saya berharap sejarah daerah agar senantiasa bisa saling menyapa melalui crosscek data seperti sejarah Magetan ini tak lepas dengan daerah sekitarnya,” katanya. [fiq/but]






