Jember (beritajatim.com) – Bukan bendera partai, melainkan bendera Palestina yang mendominasi gerak jalan Tajemtra (Tanggul-Jember Tradisional) 30 Kilometer di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (25/11/2023). Gerak jalan ini diikuti 11.119 orang peserta terdaftar.
Selama dalam perjalanan, Beritajatim.com menemui sejumlah peserta gerak jalan masih mengenakan atribut partai, baik berupa kaos maupun bendera. Namun jumlahnya tak sebanyak pada saat Tajemtra 2018 yang diselenggarakan menjelang Pemilu 2019. Justru atribut terbanyak adalah bendera tiga warna Palestina. Sebagian peserta mengibarkan bendera tersebut dalam berbagai ukuran.
Bahkan, Muhammad Iqbal, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, juga mengibarkan kain kafiyeh bercorak bendera Palestina sembari meneriakkan dukungan untuk Palestina. “Free free Palestine. Free free Palestine. Occupation no more,” teriaknya sembari berjalan.
Bupati Hendy Siswanto mengatakan, Indonesia sangat serius mendukung Palestina. “Palestina harus merdeka. Kita mendukung Palestina, pertama dengan doa, dan kedua, dengan donasi. Kalau ada rezeki, kita berikan kepada saudara-saudara kita di sana. Karena di negeri kita, sudah jadi konsensus, bahwa Indonesia mendukung kebebasan dan Palestina,” katanya.
Para peserta diberangkatkan dari alun-alun Kecamatan Tanggul oleh Hendy. Mereka tak hanya berasal dari Jember. Panitia mencatat, selain Jember, mereka berasal dari 34 daerah, antara lain Papua, Samarinda, Singkawang Selatan, Subang, dan Jakarta.
Bahkan, menurut ketua panitia yang juga Asisten Pemkab Jember Harry Agustriono, ada sebelas orang warga negara China yang ikut serta. Mereka adalah pegawai pabrik semen Singamerah di Kecamatan Puger.
“Saya bahagia sekali dengan Tajemtra kali ini, karena yang mengikuti adalah orang Jember yang berada di luar kota Jember, termasuk yang berdomisili di Jawa maupun luar Jawa. Ini jadi kebanggaan kami,” kata Hendy, di sela-sela acara.
Hendy sebenarnya menargetkan hanya tujuh ribu orang peserta yang mendaftarkan diri. “Tapi ternyata yang daftar 11 ribu orang lebih. Tapi penggembiranya bisa lebih dari itu,” katanya.
Partisipasi warga negara China ini dihargai oleh Hendy. “Tahun kemarin mereka ikut. Ada juga perwakilan perusahaan cerutu yang ikut serta,” katanya.
Tajemtra ini, menurut Hendy, membuat usaha mikro kecil menengah (UMKM) bergerak. “Dengan adanya event seperti ini, ekonomi kerakyatan pasti bergerak, dan itu sudah kami lakukan selama tiga berjalan ini,” katanya.
Namun Hendy mengingatkan kepada warga untuk menjaga kebersihan. “Kalau ada kotoran, kita bersihkan sendiri,” katanya.
Selain soal kebersiham Hendy mengingatkan para peserta untuk tidak meninggalkan salat. Sepanjang Kecamatan Tanggul hingga pusat kota Jember ada banyak masjid dan musala. “Kami di Jember punya empat ribu lebih masjid dan 3.900 musala. Tidak kekurangan. Berhenti dulu, salat dulu,” katanya. [wir]






