Malang (beritajatim.com) – Ribuan pencari kerja memadati Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (24/5/2025), dalam ajang Brawijaya Career Expo 2025. Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 46 lembaga, mulai dari perusahaan besar, BUMN, hingga lembaga pemberi beasiswa luar negeri.
Tak hanya diperuntukkan bagi alumni UB, expo ini juga terbuka untuk umum dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat Malang Raya. Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi penghubung strategis antara perguruan tinggi dan dunia usaha serta industri.
“Harapannya, para alumni atau mahasiswa tingkat akhir bisa berdiskusi langsung dengan perusahaan, tahu kebutuhan pasar kerja, dan bahkan bisa langsung direkrut,” kata Prof Widodo dalam sambutannya.
Yang menarik, Brawijaya Career Expo 2025 tidak hanya diikuti oleh perusahaan dan industri, tapi juga perwakilan diplomatik seperti konsulat jenderal Jepang, serta lembaga pemberi beasiswa dari Prancis. Beberapa booth bahkan mengadakan walk-in interview, memberikan kesempatan bagi pelamar untuk menjalani proses rekrutmen secara langsung.
Direktur Direktorat Pengembangan Karier UB, Karuniawan Puji Wicaksono, S.P., M.P., Ph.D., menyebut ada lebih dari 6.024 pendaftar daring sebelum hari pelaksanaan. Adapun jumlah lowongan kerja yang ditawarkan masih dalam proses kompilasi dari masing-masing perusahaan peserta.
“Tiga tujuan utama dari expo ini adalah promosi perusahaan, rekrutmen langsung, dan edukasi karier. Tidak hanya untuk mahasiswa tingkat akhir, tapi juga untuk mahasiswa baru agar bisa mulai memetakan karier sejak dini,” jelas Karuniawan.

BUMN seperti Bank Mandiri, BRI, Pegadaian, Bank Raya, hingga GTN turut berpartisipasi. Umumnya mereka membuka posisi untuk manajerial dan fresh graduate, sementara posisi operator lebih banyak disalurkan melalui jalur lain.
Ahmad Fauzan Abdullah (49), salah satu pencari kerja yang hadir, mengungkapkan harapannya agar acara seperti ini lebih inklusif terhadap pencari kerja berpengalaman. Mantan kepala gudang Wings Kepanjen itu datang setelah mendapat informasi dari LinkedIn.
“Banyak posisi untuk fresh graduate, padahal kami yang sudah punya pengalaman kerja juga butuh. Sayang kalau event besar begini belum sepenuhnya inklusif,” ujar alumni ITN Malang ini.
Menurutnya, semangat dan pengalaman seharusnya menjadi pertimbangan utama. “Seharusnya perusahaan melihat semangat dan kontribusi, bukan hanya angka usia,” tambahnya.
Ahmad berharap event semacam ini bisa membuka lebih banyak ruang bagi pencari kerja senior. “Event seperti ini sangat bagus, tapi akan lebih baik jika pesertanya diperluas dan tidak monoton ke fresh graduate saja,” katanya.
Selama dua hari pelaksanaan, panitia memperkirakan jumlah pengunjung akan mencapai lebih dari 6.000 orang. Selain alumni UB, mahasiswa dari berbagai kampus serta masyarakat umum turut meramaikan lokasi. [dan/beq]






