Surabaya (beritajatim.com) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus berupaya meningkatkan kualitas pengawasan obat dan makanan di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPOM, dr. Taruna Ikrar, dalam Rapat Evaluasi Nasional (REN) BPOM tahun 2024 di Surabaya.
Dalam acara tersebut, dr. Taruna Ikrar memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi BPOM, seperti maraknya perdagangan ilegal obat dan makanan, serta perkembangan teknologi yang semakin kompleks. Namun, BPOM berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas dalam menghadapi tantangan tersebut.
Salah satu fokus utama BPOM adalah memastikan keamanan dan mutu produk obat dan makanan yang beredar di masyarakat. Melalui REN, BPOM akan mengevaluasi pelaksanaan Rencana Kinerja (Renja) tahun 2024 dan menyusun strategi untuk meningkatkan kinerja pengawasan pada tahun mendatang.
“Tema REN tahun ini adalah ‘Optimalisasi Kinerja Pengawasan Obat dan Makanan untuk Mewujudkan BPOM sebagai Organisasi Kelas Dunia Menuju Indonesia Emas 2045’. Ini menunjukkan komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan dan memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat,” ujar dr. Taruna Ikrar.
Perkembangan teknologi digital membawa dampak yang signifikan terhadap industri obat dan makanan. Munculnya e-commerce telah mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai produk, namun di sisi lain juga membuka peluang terjadinya pelanggaran regulasi.
“Perdagangan online yang semakin marak menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Kami harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk memastikan keamanan produk yang dijual secara online,” tambah dr. Taruna Ikrar.
Selain itu, maraknya peredaran obat-obatan ilegal dan makanan yang tidak memenuhi standar juga menjadi perhatian serius BPOM. Untuk mengatasi masalah ini, BPOM telah melakukan berbagai upaya, seperti meningkatkan pengawasan di perbatasan, memperkuat kerja sama dengan lembaga terkait, dan melakukan penindakan terhadap pelaku pelanggaran.
BPOM menyadari bahwa pengawasan obat dan makanan tidak dapat dilakukan sendiri. Oleh karena itu, BPOM terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat.
“Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan keamanan pangan dan obat di Indonesia. Kerja sama yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut,” tegas dr. Taruna Ikrar.
BPOM berharap dapat terus meningkatkan kualitas pengawasan obat dan makanan di Indonesia. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, BPOM optimistis dapat mewujudkan visi Indonesia sebagai negara dengan sistem pengawasan obat dan makanan yang kuat dan terpercaya.[rea]






