Pamekasan (beritajatim.com) — BPJS Ketenagakerjaan memberikan klarifikasi terkait penanganan cedera pemain Madura United FC asal Brasil, Luiz Marcelo Morais Dos Reis alias Lulinha, yang sempat menjadi perbincangan di media sosial.
“Semua proses yang terjadi berjalan sesuai prosedur, dan kami selalu komitmen memberikan perlindungan kepada seluruh peserta, termasuk atlet profesional seperti pemain Madura United,” ujar Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura, Indriyanto, Sabtu (3/5/2025).
Cedera Lulinha terjadi saat latihan pada Rabu (26/4/2025) dan langsung ditangani di salah satu rumah sakit mitra BPJS Ketenagakerjaan di Surabaya. Menurut Indriyanto, hasil pemeriksaan awal menyarankan agar MRI dilakukan segera, namun dokter penasehat BPJS menyarankan untuk menunggu empat hingga lima hari untuk menurunkan inflamasi agar hasil MRI lebih akurat.
“Artinya hal ini sudah sesuai prosedur medis karena jika dilakukan disaat kondisi inflamasi hasil MRI tidak akurat,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa pelayanan terhadap atlet bukan hal baru bagi BPJS Ketenagakerjaan. “Selama ini kami sudah beberapa kali memberikan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) bagi para atlet Madura United, sudah ada empat hingga lima kasus cidera pemain yang kami tangani, dan klub mengaku puas dengan pelayanan kami,” jelasnya.
Untuk meredakan kesalahpahaman, BPJS Ketenagakerjaan mendatangi langsung manajemen Madura United di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Madura. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa miskomunikasi terjadi karena ketidaktahuan terhadap prosedur medis.
“Pernyataan tempo hari disebabkan kesalahpahaman atas prosedur medis,” ujar Manajer Madura United FC, Umar Wachdin. “Lulinha adalah pemain inti dan sekaligus kapten tim Madura United. Dalam kondisi kompetisi yang ketat, tentu kami sangat mengutamakan kesembuhan sang pemain, dan kami sangat maklumi hal tersebut,” imbuhnya.
Saat ini, pemain bernomor punggung 11 itu sudah dinyatakan sembuh dan sedang menjalani masa pemulihan di kediamannya di Surabaya. [pin/beq]






