Surabaya (beritajatim.com) – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggandeng Universitas Airlangga (Unair) Surabaya untuk mendorong hilirisasi sawit dan kakao lewat ratusan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jawa Timur (Jatim). Fokus utamanya, bukan soal kebun sawit. Tapi soal aksi nyata pemanfaatan produk turunan sawit dan kakao.
Workshop dan Aksi Nyata ini digelar 11-13 November 2025 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair, dan diikuti sekitar 100 pelaku UMKM dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Bangkalan. Targetnya, UMKM naik kelas.
Ketua Pelaksana, Akhmad Jayadi menegaskan bahwa sawit memiliki potensi besar di luar minyak goreng. “Turunan sawit itu banyak. Bisa masuk sektor makanan seperti cokelat, minuman, kosmetik seperti sabun, hingga kerajinan anyaman,” kata Jayadi, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, BPDP fokus pada sawit dan kakao karena dua komoditas ini paling banyak dikelola. Sayangnya, produk turunannya belum banyak dieksplorasi UMKM. “Masyarakat belum terinformasi. Banyak yang mengira sawit itu hanya minyak goreng, padahal turunannya bisa jadi bahan pengganti cokelat, malan batik, hingga lidi sawit untuk kerajinan mirip rotan,” jelas Jayadi.
Tantangan lainnya, ketersediaan supplier bahan baku turunan sawit di wilayah yang jauh dari kebun seperti Jatim. Karena itu, workshop di Unair ini dirancang padat aksi. Bukan cuma seminar. “Kegiatan ini ada tiga fokus utama. Bukan hanya berisi seminar tentang cara berusaha, tapi langsung aksi nyata,” tegas Jayadi.
Peserta diajari langsung membuat olahan sawit untuk pengganti cokelat, memanfaatkan lidi sawit untuk kerajinan anyaman, hingga menggunakan malan (lilin) dari sawit untuk membatik.
Selain itu, peserta dilatih tentang branding, pembuatan akun media sosial, hingga sesi pitching dengan perbankan Himbara untuk akses kredit.
Selanjutnya, untuk aksi nyata, peserta difasilitasi membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Ini syarat wajib UMKM masuk pasar modern dan ekspor.
Jayadi berharap, dengan legalitas dan pengetahuan inovasi produk turunan sawit, UMKM Jatim siap bersaing. Baik di pasar domestik maupun menembus peluang ekspor global. “Tiga hari ini bukan hanya teori, tapi praktik langsung. Bagaimana membuat NIB, bagaimana mengakses kredit di perbankan, bagaimana mengakses peluang ekspor,” katanya.
Sementara itu, Wakil Dekan III FEB Unair, Novrys Suhardianto menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat daya saing produk berbasis sawit dan kakao di pasar global. “Dengan kolaborasi dan semangat inovasi, sektor sawit dan kakao di Jawa Timur bisa tumbuh berkelanjutan dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara BPDP dan Unair, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata mendorong UMKM naik kelas melalui hilirisasi, diversifikasi produk, serta peningkatan daya saing ekspor. [ipl/kun]






