Malang (beritajatim.com) – BPBD Kabupaten Malang mendistribusikan 70.000 liter air bersih ke wilayah terdampak kekeringan di tujuh kecamatan, Minggu (3/11/2024).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa distribusi air bersih ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat kekeringan yang sedang melanda Kabupaten Malang. “Distribusi air ini bertujuan untuk membantu 5.191 kepala keluarga dan 15.689 jiwa yang terdampak di 18 desa,” kata Sadono.
Distribusi di Kecamatan Sumbermanjing Wetan mencakup Desa Sumberagung (15.000 liter), Desa Sitiarjo (20.000 liter), Desa Kedungbanteng (15.000 liter), Desa Ringinsari (24.000 liter), dan Desa Harjokuncaran (15.000 liter). Selain itu, distribusi juga dilakukan ke Puskesmas Sitiarjo dan Ponpes Raudlatul Muttaqin.
Sementara di Kecamatan Donomulyo, meliputi Desa Sumberoto menerima 15.000 liter, Desa Mentaraman 5.000 liter, Puskesmas Donomulyo 5.000 liter, dan Desa Tulungrejo 15.000 liter. Di Kecamatan Gondanglegi, air bersih disalurkan ke Ponpes Asy-Syadzili IV di Desa Putukrejo (10.000 liter).
Kecamatan Bantur, Kalipare, Gedangan, dan Pagak juga mendapat distribusi air. Di Kecamatan Kalipare, air disalurkan ke Desa Putukrejo (15.000 liter), Desa Kalipare (15.000 liter), Desa Sukowilangun (5.000 liter), dan Desa Arjosari (5.000 liter).
Di Kecamatan Gedangan, air dikirim ke Desa Segaran (10.000 liter), Desa Tumpakrejo (5.000 liter), dan Desa Gajahrejo (5.000 liter). Kecamatan Pagak mendapat distribusi untuk SMPN 2 Pagak dan Desa Sumberejo.
Sadono menegaskan, bahwa distribusi ini telah mencapai total 3.656.150 liter sejak September, dengan dukungan berbagai pihak seperti PMI Malang, PLN Nusantara Power, dan Yayasan Muslim Asia. (yog/kun)






