Surabaya (beritajatim.com) – Kalaksa BPBD Jatim mencatat 10 kejadian bencana hidrometeorologi di awal Oktober 2024, di antaranya banjir, longsor dan angin puting beliung di beberapa wilayah Jawa Timur. Menanunggulangi hal itu, BPBD Jatim bersama Kabupaten/Kota mengerahkan logistik penanggulangan bencana hidrometeorologi.
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto menerangkan, sesuai informasi dari BMKG, bahwasanya pada September sudah ada beberapa wilayah Jawa Timur yang mengalami hujan ringan. Hingga saat ini pun bisa dirasakan di wilayah Sidoarjo dan Madiun sudah ada beberapa yang hujan.
“Teman-teman BPBD Kabupaten/Kota sudah bergerak secepat mungkin. Jika terjadi bencana, mereka langsung memberikan bantuan di lapangan. Bantuan logistik penanganan bencana di Kabupaten/Kota, seperti perahu karet, karung, chainsaw dan bronjong sudah disiapkan,” kata Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, Rabu (23/10/2024).
Dia menjelaskan, kejadian bencana hidrometeorologi ini sudah terjadi di wilayah Batu, Pasuruan, Nganjuk yang terkena angin puting beliung. Kemudian, di Batu terjadi longsor di beberapa titik. Dan, pada Minggu (20/10/2024) terjadi hujan lebat mengakibatkan Jembatan Munjungan di Kabupaten Trenggalek putus.
Di wilayah Malang, ada beberapa area tanah yang ambles, sehingga mengakibatkan gangguan pada Jalan Raya di sekitar wilayah tersebut. Sedangkan, wilayah yang berpotensi banjir dan angin puting beliung, di antaranya Pasuruan, Sampang, Bangkalan, Lamongan, Nganjuk dan Mojokerto.
Sedangkan Madiun, sambung Gatot, berpotensi angin puting beliung dan wilayah Batu berpotensi longsor. “Kami sudah meminta teman-teman BPBD untuk fokus dan melihat kondisi di lapangan. Agar bisa diantisiasi sedini mungkin, sehingga bisa dihadapi apabila potensi itu terjadi,” pungkasnya. [tok/aje]






