Tulungagung (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung akan melakukan kajian terkait kemunculan lubang misterius di akses jalan masuk Desa/Kecamatan Sendang. Lubang dengan diameter mencapai 1 meter ini diketahui memiliki kedalaman lebih dari 7 meter. Kemunculan lubang tersebut menghambat arus lalu lintas, sehingga pengguna jalan harus bergantian melewati jalur tersebut.
Kepala BPBD Tulungagung, Robinson Nadeak, mengatakan bahwa pihaknya belum bisa melakukan tindakan lanjut sebelum ada kajian lebih mendalam untuk mengetahui penyebab lubang tersebut. Kajian ini juga akan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) karena lokasi lubang berada di jalan raya.
“Kami belum bisa melakukan tindakan lanjutan. Perlu kajian dulu, Dinas PUPR dilibatkan karena lubang itu terjadi di jalan,” ujarnya.
Saat ini, lokasi jalan yang terdampak sudah dipasang garis polisi untuk menghindari potensi kecelakaan. Masyarakat yang melintas harus berhati-hati dan bergantian saat melewati jalan tersebut.
“Jangan sampai ada korban. Karena itu, untuk sementara dipasang police line,” katanya.
Robinson juga mengungkapkan bahwa kajian tidak hanya akan melibatkan Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, tetapi juga instansi vertikal yang berkaitan dengan geologi. Hal ini disebabkan oleh adanya indikasi aliran air di dalam lubang yang masih belum diketahui secara pasti sumbernya.
“Masalahnya di dalam lubang itu ada semacam aliran air. Apa memang itu sungai atau apa kami belum mengetahuinya,” pungkasnya. [nm/beq]






