Bondowoso (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso gencar membentuk desa tangguh bencana (destana) pada tahun 2024.
Dari target 10 destana, hingga Agustus 2024 sudah terbentuk separuhnya atau 5 destana se Kabupaten Bondowoso.
Hal ini disampaikan Angga Indrasta Dwi Febriansyah, Kasi Pencegahan BPBD Kabupaten Bondowoso.
“Terbaru pembentukan destana di Desa Leprak, Kecamatan Klabang hari ini,” kata Angga kepada beritajatim.com, Senin (12/8/2024).
Pembentukan destana sesuai dengan Perka BNPB nomor 1 tahun 2012 tentang pedoman umum desa atau kelurahan tangguh bencana.
“Mulai dari awal terbitnya Perka itu, se Bondowoso sudah terbentuk 29 destana,” sebutnya.
Dalam pembentukan destana, peserta mendapatkan Pengetahuan Kebencanaan meliputi manajemen Bencana dan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana serta Pengurangan Risiko Bencana.
“Kemudian menyusun kajian risiko Blbencana yang sifatnya partisipatif, menyusun sistem peringatan dini inklusif dan rencana evakuasi,” katanya.
Lalu peserta bisa menyusun rencana penanggulangan bencana desa, menyusun rencana kontijensi desa dan menyusun forum relawan desa untuk pengurangan risiko bencana.
“Peserta juga menyusun rencana aksi komunitas untuk penanggulangan bencana dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD),” urainya.
BPBD Bondowoso menekankan peserta destana mengetahui tiga hal tentang potensi bencana di wilayahnya.
“Di antaranya, peserta destana mampu mengindentifikasi, beradaptasi dan berakselerasi dengan potensi bencana yang ada di wilayahnya, seperti mengetahui arah jalur evakuasi dan titik kumpul aman jika terjadi bencana,” bebernya. (awi/ted)






