Pamekasan (beritajatim.com) – Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi angkat suara soal kartu merah yang diterima pemainnya, Nurdiansyah ketika bertanding melawan PSIM Yogyakarta, pada lanjutan Super League di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Sabtu (10/1/2026).
Pada laga tersebut, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab harus menerima pil pahit akibat kekalahan telak 3 gol tanpa balas dari PSIM Jogja, sekaligus memupus harapan mereka memberikan kado terindah pada laga spesial yang bersamaan dengan momen Hari Jadi Ke-10 Madura United FC.
Sebab pada laga tersebut, Nurdiansyah harus mengakhiri laga lebih cepat karena kartu merah yang didapat pada masa injury time babak pertama. Hal tersebut terjadi setelah ia melakukan pelanggaran keras kepada pemain PSIM.
Akibat kartu merah tersebut, tim kebanggaan suporter Madura Bersatu harus bermain 10 orang, dan mereka harus menerima 3 gol dari pemain PSIM pada interval kedua. Bahkan pada akhir laga, kiper Madura United Miswar Saputra juga mendapatkan kartu merah. Laga spesial tidak istimewa.
Padahal laga tersebut semestinya dapat menjadi momen terbaik, khususnya bagi tim secara keseluruhan maupun. *Kartu merah yang dilakukan Nurdiansyah adalah cara main paling konyol dilakukan pemain Madura, tidak penting dan tidak berbahaya,” kata Achsanul Qosasi.
Padahal potensi mengamankan poin dari tim tamu PSIM Yogyakarta, cukup terbuka sekalipun mereka tampil pincang seiring dengan absennya salah satu bek andalan mereka, Jorge Mendonca akibat kartu merah pada laga sebelumnya.
“Sebenarnya kita mengawali 40′ menit pertama dengan sangat baik, tapi kartu merah (Nurdiansyah) kali ini justru meruntuhkan mental 10 pemain yang lain,” sesal Bos Madura United yang akran disapa AQ.
Sebelumnya Pelatih Madura United, Carlos Periera juga sempat menyampaikan hal serupa jika kartu merah yang diterima Nurdiansyah memupuskan semangat dan motivasi pemain untuk mengamankan poin.
Terlebih bermain dengan 10 pemain juga menjadikan timnya cukup kesulitan meredam agresifitas permainan yang diperagakan PSIM Yogyakarta, sekalipun timnya memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol. [pin/but]






