Surabaya (beritajatim.com) – Sosok Borjn Raven menjadi inspirasi besar bagi Jens Raven, pemain muda Timnas Indonesia U-19. Borjn, yang merupakan ayah Jens, sebelumnya adalah pemain profesional di Belanda dan pernah membela timnas Belanda di usia muda. Pengalaman dan keahlian sang ayah menjadi landasan kuat bagi perkembangan karier Jens di dunia sepak bola.
Jens mengungkapkan bahwa sejak kecil, ia sudah ditempa oleh sang ayah dengan disiplin tinggi. Latihan-latihan yang diberikan oleh Borjn tidak hanya membentuk keterampilan teknis Jens, tetapi juga membangun karakter dan mentalitas yang kuat. “Saya belajar banyak dari ayah saya. Dia memberikan banyak pelajaran berharga dan selalu mendukung saya untuk menjadi yang terbaik,” ujar Jens.
Menurut Jens, ayahnya sangat disiplin dalam mengajarkan ilmu sepak bola. Selain menyediakan fasilitas pendidikan di klub, Borjn juga memberikan latihan khusus di rumah. Diskusi mengenai strategi, teknik, dan pengalaman di lapangan sering kali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Borjn tidak hanya mengajarkan sepak bola, tetapi juga membekali Jens dengan nilai-nilai profesionalisme dan kerja keras.
Ambisi Jens untuk menjadi lebih baik dari ayahnya sebagai pemain profesional selalu menjadi motivasi tersendiri. Keinginan ini semakin kuat setelah Jens meraih lisensi UEFA B di Eropa pada bulan Juni lalu. Selain bermain, Jens juga mulai mengasah kemampuannya sebagai pelatih dengan melatih beberapa pemain muda di Belanda.
“Memiliki ayah yang pernah bermain di level tinggi memberikan dorongan besar bagi saya. Saya ingin terus belajar dan berkembang, serta membawa prestasi yang lebih baik untuk diri saya dan tim,” kata Jens dengan penuh semangat.
Dedikasi dan kerja keras Jens Raven kini mulai membuahkan hasil. Ia tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga menjadi contoh bagi generasi muda lainnya. Jens berharap dapat terus mengharumkan nama keluarga dan memberikan kontribusi besar bagi sepak bola Indonesia. [way/but]






