Surabaya (beritajatim.com) – Syaiful Antoni atau yang biasa disapa Capo Ipul, salah satu pentolan Bonek, suporter Persebaya menyatakan bahwa kekalahan di kandang sendiri adalah hal yang memalukan. Setelah menghadang bus tim pemain, Capo Ipul menunjukkan ketidakpuasannya terhadap performa tim tersebut.
Dia menjelaskan, Persebaya adalah salah satu tim Liga 1 yang mempersiapkan diri lebih awal untuk musim 2023/2024 dibandingkan tim-tim Liga 1 lainnya. Persebaya melakukan persiapan yang cukup baik, mulai dari pengumpulan pemain hingga pertandingan pra-musim, dan tidak mengalami kekalahan.
Namun, ketika kompetisi resmi dimulai, Persebaya justru mengalami penurunan performa. Dalam enam pertandingan di bawah asuhan pelatih Aji Santoso, mereka hanya meraih satu kemenangan melawan Persis Solo di awal musim. “Sampai pekan ke-6 ini, hasil yang minor menghantui Persebaya Surabaya. Ini merupakan mimpi buruk bagi kami semua, terutama karena permainan selalu monoton,” ungkap Capo Ipul pada Jumat (4/8/2023).
Capo menambahkan bahwa cara pelatihan Aji Santoso tidak mengalami perbaikan setelah hasil seri di pertandingan kedua melawan Barito Putra, diikuti dengan kekalahan di pertandingan ketiga melawan PSIS Semarang. Tim juga hanya bisa bermain imbang di laga kandang melawan Rans Nusantara. Lebih buruknya lagi, mereka mengalami kekalahan kedua melawan Persija Jakarta di pertandingan ke-5 dan kekalahan lagi melawan Persikabo 1973 di Gelora Bung Tomo, Surabaya, dengan skor 1-2.
“Sampai pekan ke-6 ini, hasil minor menghantui Persebaya Surabaya dan ini adalah mimpi buruk bagi semua orang. Terutama yang paling terlihat adalah permainan tim yang selalu monoton tanpa adanya kreativitas di lapangan, akibatnya hasilnya negatif,” tambah Capo.
Dengan kondisi ini, Capo Ipul menegaskan bahwa para pelatih harus sadar dan bertanggung jawab atas semua janji yang telah diucapkan. Para suporter melakukan protes ini untuk menagih pencapaian target yang diharapkan oleh manajemen, official, dan pelatih. “Hari ini gagal, kami menagih pencapaian target dari manajemen, official, dan pelatih. Pelatih harus memiliki kesadaran diri,” tambahnya.
Sebelumnya, para suporter Persebaya Surabaya melakukan protes dengan menghalangi pintu keluar mixzone tim Persebaya untuk berbicara dengan tim setelah mengalami kekalahan dari Persikabo pada Jumat (4/8/2023). (way/kun)
BACA JUGA: Persebaya Kalah Lagi, Bonek: Aji Out!






