Surabaya (beritajatim.com) – Berbagai harapan berkembang untuk perubahan di dalam tubuh kepengurusan jelang Kongres Luar Biasa, Februari 2023 mendatang. usin Ghozali, tokoh Bonek, Persebaya mengatakan bahwa dirinya menginginkan sosok baru dalam kepemimpinan.
Pria yang kerap disapa Cak Cong ini mengatakan, ia tak memihak pada salah satu calon. Dia hanya berharap jika ada perubahan dalam tubuh federasi maka harus ada orang baru yang bisa mengubah. Apalagi paska tragedi Kanjuruhan. Tokoh baru dimaksudkan untuk memotong satu generasi dari orang-orang yang saat ini ada di PSSI.
“Kami tidak ingin ada orang lama di kepengurusan. Tidak ada rangkap jabatan, yakni orang klub sebagai exco, maupun exco sebagai pemilik klub sehingga tidak ada lagi intrik dan adu kepentingan. Intinya jangan ada lagi orang lama. Apalagi yang punya rekam jejak buruk, baik sebagai ketua umum atau pengurus,” ujar Husin Ghozali, Minggu (15/1/2023).
[berita-terkait number=”4″ tag=”pssi”]
Sementara itu disinggung akan sosok Erick Tohir yang melenggang menjadi bakal calon Ketua PSSI yang baru, menurutnya hal itu bisa saja. Diharapkan jika terpilih bisa memperbaiki sepak bola Indonesia, sekaligus memastikan kepengurusan PSSI bersih dari tangan-tangan yang kotor.
“Dalam kapasitas sebagai anak bangsa, saya hargai dan apresiasi jika ingin menjadi ketua umum PSSI sekaligus melakukan langkah reformasi agar sepakbola Indonesia menjadi kebanggaan kita semua,” pungkas koordinator Bonek Green Nord 27. [way/but]






