Surabaya (beritajatim.com) – Bonek, yang merupakan suporter setia Persebaya, menilai bahwa larangan tim suporter datang ke laga away hanyalah sebuah gertakan belaka. Hingga saat ini, PSSI yang dipimpin oleh Ketua Umum Erick Tohir belum berani mengeluarkan surat peringatan dari FIFA terkait larangan away.
Permasalahan ini semakin rumit karena ada kontradiksi antara Pasal 51 ayat 6 dengan Pasal 3 dalam regulasi BRI Liga 1 2023. Pasal 51 ayat 6 menyatakan bahwa selama masa transisi transformasi sepakbola nasional, semua pertandingan sepak bola nasional, termasuk kompetisi, tidak dapat dihadiri oleh suporter klub tamu.
Namun, Pasal 51 ayat 3 dari regulasi yang sama menyatakan bahwa setiap klub tuan rumah harus memastikan dan menjamin ketersediaan akses untuk personil PSSI, LIB, Oficial VIP dan VVIP klub tamu, Sponsor, Host broadcaster media, serta suporter tamu tanpa diskriminasi berdasarkan genre, ras, dan kebangsaan.
Baca Juga: Bonek Serahkan Donasi ke Manajemen Persebaya untuk Bayar Sanksi
Husein Ghozali, koordinator suporter green nord, menegaskan bahwa federasi sepakbola tampaknya tidak paham cara membuat aturan karena adanya kontradiksi ini. Larangan terhadap suporter sepakbola adalah sesuatu yang aneh mengingat mereka merupakan pemersatu bangsa.
“Kami sebagai suporter away bersilahturahmi antar bangsa, bukan membunuh. Hal ini seharusnya dapat dipahami. Larangan ini adalah dampak dari tragedi pada tanggal 31 Oktober yang hanya menimpa satu klub, namun mengakibatkan seluruh tim di Liga Indonesia terkena dampaknya, ditambah lagi dengan regulasi yang kontradiktif,” ungkap Cak Cong.
Baca Juga: Kapten Tim Persebaya, Zee Valente Siap Hadapi Persija di Liga 1 2023
Para suporter telah mengikuti semua perintah sejak tragedi di Kanjuruhan, mulai dari pertandingan sistem bubble main di luar kandang hingga setelah diadakan kongres luar biasa. Namun, setelah kongres, justru ada ancaman sanksi dari FIFA terhadap suporter away, namun hingga saat ini Ketua Umum belum dapat membuktikan secara autentik.
“Kata-kata mereka mengancam sanksi dari FIFA jika suporter berkunjung away, kami minta mereka tunjukkan bukti autentik larangan FIFA kepada kami, para suporter. Biarkan kami para suporter yakin. Tapi jika ini hanya gertakan, kami akan melawannya, tidak perlu repot,” tambahnya.
Kekecewaan sungguh dirasakan oleh suporter Persebaya terkait hasil sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Klub berjulukan Bajul Ijo mendapat sanksi berupa denda sebesar Rp25 juta dari hasil sidang pada 20 Juli 2023. Sanksi ini diberikan karena ada suporter Persebaya yang menyusup masuk ke pertandingan tandang melawan PSIS Semarang pada pekan ketiga BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (16/7/2023) lalu. (way/ted)






