Bon Jovi selalu memiliki lagu-lagu tentang cinta dan perjuangan kelas pekerja dalam setiap zamannya. Kita ingat pada era 1980-an ada lagu Livin’ on a Prayer yang bercerita tentang pasangan suami istri Tommy dan Gina. Lagu ini salah satu yang saya dengarkan saat melalui masa-masa sulit hidup saya belasan tahun silam.
Dalam lagu itu, Jon Bon Jovi dengan piawai menjadi story teller mengenai kisah Tommy yang dipecat dari perusahaan karena ikut mogok serikat pekerja. Akhirnya Gina yang menghidupi mereka dengan bekerja di kedai makan. Tommy mencoba mencari peruntungan dengan gitarnya.
Salah satu lirik epik lagu ini adalah saat Gina menangis karena putus asa dan Tommy berbisik bahwa semua akan baik-baik saja.
When she cries in the night, Tommy whispers
Baby, it’s okay, someday.
Tommy mengatakan, mereka saling memiliki dan tidak akan ada yang berubah, karena mereka memiliki cinta.
we’ve got to hold on to what we’ve got
It doesn’t make a difference if we make it or not
We’ve got each other and that’s a lot for love
We’ll give it a shot
Tommy meyakinkan bahwa mereka akan berhasil dan mereka menjalani hidup bersama harapan dan doa.
Woah, we’re half way there
Woah, livin’ on a prayer
Take my hand, we’ll make it I swear
Woah, livin’ on a prayer
Lagu Bon Jovi lainnya tentang kelas pekerja tentu saja Save The World dalam album Crush. Lagu ini kalem, berbeda dengan Livin’ on A Prayer yang mengentak. Tokoh ‘Saya’ dalam lagu ini menebarkan optimisme: tak pernah kuliah dan dia belajar di jalanan. ‘Saya’ bukan orang kaya. Dan dengan indah, Bon Jovi menyebut gelar doktor yang diperoleh tokoh ‘Saya’ adalah keringat di kerah baju lawasnya.
I wasn’t born a rich man
I ain’t got no pedigree
The sweat on this old collar
That’s my Ph.D.
[berita-terkait number=”4″ tag=”musik”]
Dalam lagu ini pula, Bon Jovi bercerita bagaimana ‘Saya’ digerakkan oleh rasa cinta kepada seorang wanita.
I can save the world
Since the night your love saved me
Maybe I can’t save the world
But as long as you believe
Our love is even stronger
Than god hoped it could be
Baby, all it takes is
Just a little faith in me
Bahkan dalam urusan lagu cinta nan rancak, seperti Born to be My Baby, Bon Jovi mengawali liriknya dengan beratnya pekerjaan dua pasangan kelas pekerja.
Rainy day and we worked all day
We both goy jobs cause theres bills to pay
We’ve got something they cant take away
Our love our lives
Mungkin itulah kenapa kita layak menyukai Bon Jovi. Mulanya, kita menyukai nada lagu-lagu mereka. Namun setelah usia mematangkan kita, kita menemukan bahwa Bon Jovi berhasil menceritakan sosok manusia kelas pekerja sebagai sosok manusia yang keras, tangguh, dan romantis. Tak banyak musisi sono yang berhasil melakukannya. [wir/ted]






