Bojonegoro (beritajatim.com) – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin sekitar pukul 17.30 WIB. Cuaca ekstrem ini menyebabkan sejumlah pohon penghijauan tumbang dan sempat mengganggu arus lalu lintas.
Kapolsek Kalitidu, AKP Saefudinuri, menyebut lokasi pohon tumbang tersebar di beberapa titik, seperti Jalan Desa Talok, Dangkep, Sumengko, Wotanngare, dan Brenggolo. Sejumlah pohon penghijauan di lokasi tersebut memang kondisinya rawan tumbang.
“Untungnya, sebulan sebelumnya sudah saya laporkan ke camat untuk mengirim surat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait pemotongan pohon yang membahayakan di wilayah Kalitidu,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Menurut AKP Saefudinuri, pohon yang roboh tersebut kondisinya memang sudah rawan tumbang. “Pohon yang roboh itu adalah yang belum sempat terpotong dan akan ditangani secara bertahap oleh DLH,” jelas AKP Saefudinuri.
Penanganan pohon tumbang dilakukan oleh tim gabungan. Baik dari pihak kepolisian, Satpol PP, BPBD, Pemerintah Desa, Damkarmat, hingga masyarakat. Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Damkarmat Bojonegoro, Ahmad Agus Salim, melaporkan ada sekitar enam pohon yang dievakuasi.
“Seluruh pohon tumbang telah dievakuasi. Penanganan sudah selesai dan arus lalu lintas di lokasi kejadian mulai normal kembali,” kata Ahmad Agus Salim.
Sebelumnya, sekitar pukul 16.40 WIB kemarin, angin kencang juga merobohkan sejumlah pohon penghijauan di sepanjang Jalan PUK Kanor-Baureno, tepatnya di Desa Sembunglor, Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro. Sedikitnya, di jalur tersebut ada lima pohon yang roboh.
“Beruntung tidak ada korban jiwa, satu bangunan yang rusak dengan taksir kerugian sekitar Rp7 juta” ujar Camat Baureno, Dery Aprilian.
Warung yang ambruk tertimpa pohon tersebut merupakan milik Lisnarni, warga RT 04 RW 03 Desa Sembunglor. Warung kopi miliknya yang berukuran 2×10 meter dan terbuat dari dinding bambu tersebut ambruk total. [lus/aje]






