Surabaya (beritajatim.com) – Bocah tenggelam di Sambikerep, Kota Surabaya ditemukan meninggal dunia pada hari ketiga pencarian, Sabtu (20/1/2024). Jenazah Mayanisma Wanti Nesimnasi ini ditemukan 3 kilometer dari titik awal tenggelam.
Jenazah Maya pertama kali ditemukan oleh Rahman (47), warga Buntaran Utara. Sekitar pukul 07.00 WIB, dia mencium aroma yang tidak sedap dari sungai belakang rumahnya. Setelah dilihat, ternyata sumber bau dari tubuh manusia. Ia pun melaporkan temuan itu ke posko yang didirikan BPBD Surabaya.
“Tim BPBD yang di posko langsung meluncur dan betul korban setelah diidentifikasi Inafis Polrestabes Surabaya didampingi pihak keluarga, jenazah adalah adik maya yang dicari,” ujar Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya, Buyung Hidayat.
Usai dievakuasi, jenazah Maya lantas dibawa ke RSUD dr. Soetomo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dengan ditemukannya jenazah Maya, operasi pencarian pun resmi ditutup.
“Jenazah mengapung di tengah sungai tepatnya di belakang rumah warga. Jenazah ditemukan kurang lebih 3 kilometer dari titik awal pertama kali korban tenggelam,” ungkapnya.
Sebelumnya, Bocah perempuan berusia 6 tahun hanyut di selokan jalan Bumi Sari, Sambikerep, Surabaya, Kamis (18/01/2024) malam. Saat kejadian, Bocah berinisial MWN itu sedang bermain bersama kakaknya berinisial SAN (10).
Kepala BPBD Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan bahwa dua anak-anak itu awalnya bermain hujan pada pukul 14.00 siang. Dari keterangan kakak korban, mereka main di selokan yang arusnya cukup deras. Setelah hujan selesai, kakaknya kembali pulang sendirian ke rumah. SAN baru berani bercerita sekitar pukul 20.00 saat orang tuanya mencari keberadaan MWN.
“Kami tadi sudah melakukan penelusuran secara manual. Kita sisir pelan-pelan hingga pintu air namun hasilnya masih nihil,” kata Hebi, Jumat (19/1/2024). [ang/beq]






