Sidoarjo (beritajatim.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan masih ada sekitar 20 korban yang belum terevakuasi dari reruntuhan bangunan tiga lantai Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Minggu (5/10/2025) malam.
Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Kapusdalops) BNPB, Kolonel Inf Hery Setiono, mengatakan bahwa, 20 orang tersebut masih hilang dan belum ditemukan di puing-puing gedung yang ambruk. Perhitungan ini didasarkan pada data total korban terdampak.
“Sesuai dengan data dari 167 korban, yang sudah terevakuasi (meninggal dunia) ada 40. Sehingga masih ada sekitar 20 orang lagi yang belum terevakuasi,” kata Hery Setiono di Posko Pencarian, Minggu (5/10/2025).
Menurut Hery, data 167 korban itu merujuk pada total korban selamat mapaun meninggal dunia, termasuk yang masih dalam pencarian. Sedangkan total sampai hari ini, telah ditemukan 40 korban meninggal dunia dan empat body part (potongan tubuh).
“Dari 40 jenazah yang sudah kita temukan, delapan sudah teridentifikasi,” urainya. Dengan demikian, masih ada 32 jenazah lain yang identitasnya belum berhasil dicocokkan.
Dia menambahkan, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian korban secara maraton 24 jam sehari. Upaya tanpa henti ini dilakukan dengan harapan seluruh korban tersisa dapat segera terevakuasi dari puing-puing bangunan.
“Harapannya progres yang kita ingin capai sekitar hari Senin mungkin ya paling lambatnya Senin malam atau Senin sore sudah bisa selesai,” ucap Hery. (rma/ted)






