Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur.
Berdasarkan analisis terbaru, kondisi dinamika atmosmes di wilayah Jawa Timur masih cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan.
“Hasil analisa dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur terkini menunjukkan adanya pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbukan awan hujan,” demikian keterangan tertulis BMKG dalam rilisnya.
Menurut BMKG, aktifnya fenomena gelombang atmosfer Equatorial Rossby, serta suhu muka laut di perairan Jawa Timur masih hangat dengan anomali antara +1.0 s/d +3.0 derajat Celcius, sehingga suplai uap air akan semakin banyak di atmosfer.
Situasi tersebut mempengaruhi pembentukan awan-awan Cumulonimbus yang semakin intens dan dapat mengakibatkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung dan hujan es.
[berita-terkait number=”5″ tag=”surabaya”]
BMKG menyebutkan beberapa wilayah yang perlu diwaspadai memiliki potensi cuaca ekstrem hingga dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi (genangan, banjir, banjir badang, angin kencang, puting beliung, hujan es maupun tanah longsor untuk wilayah dataran tinggi).
Berikut ini wilayah yang diwaspadai memiliki potensi cuaca ekstrem pada tanggal 10-16 Oktober 2022 :
- Surabaya
- Sidoarjo
- Gresik
- Lamongan
- Bojonegoro
- Kabupaten dan Kota Mojokerto
- Jombang
- Nganjuk
- Kabupaten dan Kota Madiun
- Ngawi
- Pacitan
- Trenggalek
- Tulungagung
- Kabupaten dan Kota Kediri
- Kabupaten dan Kota Malang
- Batu
- Kabupaten dan Kota Pasuruan
- Kabupaten dan Kota Probolinggo
- Lumajang
- Bondowoso
- Situbondo
- Banyuwangi
- Bangkalan
- Sampang
- Pamekasan
- Sumenep
Lebih dari itu, BMKG mengimbau untuk melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan saluran irigasi/sungai, memangkas dahan dan ranting pohon yang rapuh/lapuk, menertibkan baliho semipermanen serta selalu waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi. (nap)






