Sidoarjo (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak kembali menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Program yang dihadiri puluhan nelayan ini bertujuan memberikan pemahaman terkait potensi cuaca ekstrem dan solusi untuk meningkatkan keamanan serta hasil tangkapan nelayan.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo menjelaskan bahwa BMKG telah menyediakan berbagai produk inovatif yang mempermudah nelayan mengakses informasi cuaca. Salah satu produk unggulannya, INAWIS BMKG, memungkinkan nelayan mengetahui potensi gelombang tinggi, cuaca buruk, hingga lokasi keberadaan ikan di lautan. “Untuk info cuaca laut ada INAWIS BMKG, untuk penerbangan ada INA SIAM BMKG,” papar Eko, Jumat (22/11/2024).
Selain untuk sektor maritim, Eko juga menekankan pentingnya informasi cuaca untuk transportasi darat. Produk SIGANTURE BMKG hadir untuk memenuhi kebutuhan ini dan dapat diakses dengan mudah melalui pencarian di internet.
“Semuanya sangat mudah diakses, tinggal diketik di Google sesuai dengan nama-nama produk yang disampaikan tersebut,” jelasnya.
Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo, Dwidjo Prawito. Menurutnya, wilayah Sidoarjo memiliki potensi bencana yang lengkap, sehingga pelatihan seperti SLCN sangat relevan untuk membantu para nelayan memahami risiko dan mengatasinya.
“Terima kasih kepada BMKG sudah memberikan sumbangsih berupa pelatihan atau sekolah lapang seperti SLCN dan SLG (Sekolah Lapang Gempa),” ungkap Dwidjo.
Dia menambahkan, pentingnya informasi cuaca tidak hanya di sektor perikanan, tetapi juga untuk mendukung berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Dwidjo mengutip contoh dari negara maju seperti Kanada, di mana masyarakat sangat mengandalkan data cuaca, terutama saat kondisi ekstrem. “Semoga dengan kegiatan ini dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan,” ujarnya.
Melalui SLCN, dia berharap BMKG mampu meningkatkan keselamatan nelayan sekaligus mendorong kesejahteraan mereka. Teknologi seperti INAWIS yang menyediakan informasi lokasi ikan di lautan dianggap sebagai solusi nyata untuk mengoptimalkan hasil tangkapan tanpa mengesampingkan keselamatan kerja. Dengan SLCN ini juga akan menggugah kita sebagai orang beriman, bahwa rezeki adalah dari Allah. Karena terkait dengan cuaca dan lautan, semuanya dikendalikan oleh Allah,” tutup Dwidjo.[asg/kun]






