Mojokerto (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB di Jalan Tamam Siswa Kota Mojokerto pernah menjadi rumah tahanan bagi KH Hasyim Asy’ari. Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini menempati blok tahanan 02 pada tahun 1943 .
Pengasuh Pondok Tebu Ireng Jombang tersebut ditahan pada masa penjajahan Jepang. Melansir Serpihan Catatan Ayuhanafiq, KH Hasyim Asyari dipindahkan dari rumah tahanan Jombang pada, Senin 11 April 1943 ke Rumah Tahanan Poerwotengah di Mojokerto.
Rumah Tahanan Poerwotengah yang sekarang berganti nama Lapas Klas IIB Mojokerto. Blok tahanan 02 yang dulu ditempati KH Hasyim Asy’ari tersebut masih difungsikan. Ruangan berukuran 4×4 meter tersebut ditempati sebanyak 18 orang warga binaan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kh-hasyim-asyari”]
Bangunan tersebut masih berdiri kokoh, petugas Lapas Klas IIB Mojokerto memberikan warna hijau pada bagian dalam blok tahanan 02 dan warna merah di bagian luar. Di bagian tenggara, terdapat kamar mandi. Sementara untuk tempat tidur, ada bangunan mirip ranjang.
Di bagian dinding sisi utara tampak foto KH Hasyim Asy’ari beserta cerita tentang ulama besar bergelar pahlawan nasional ini. Sementara tempat sisi barat terdapat lemari berisi pakaian para penghuni blok tahanan 02. Tampak susunan buku-buku tersebut susun rapi di antara lemari pakaian tersebut.
Kalapas Klas IIB Mojokerto, Dedy Cahyadi mengatakan, blok tahanan nomor 02 Lapas Klas IIB Mojokerto menjadi bukti perjuangan KH Hasyim Asy’ari. “KH Hasyim Asy’ari pernah ditahan di Lapas Mojokerto pada masa penjajahan Jepang,” ungkapnya, Senin (6/2/2023).
Karena Lapas Klas IIB Mojokerto over kapasitas sehingga semua ruangan difungsikan. Bangunan masih terjaga dengan hanya melakukan rehab pada bagian lantai, sementara teruji besi dan tembok masih bangunan masa penjajahan Belanda yakni tahun 1918 silam.
“Ini dikosongkan tapi setelah nanti diisi kembali. Paling tidak yang menempati sel ini banyak mendapatkan kebaikan, mendapatkan keberkahan kharomah. Pasti ada jejak dari Almarhum KH Hasyim Asy’ari. Masih asli, besi Belanda buatan 1918, perawatan hanya kita cat dan lantai kita keramik,” katanya.
Ini lantaran, lanjut Kalapas, lantai bukan semen tapi merupakan campuran gamping sehingga butuh perawatan agar tidak bolong-bolong. Lantai kamar tahanan 02 tersebut di kramik agar bertahan lama. Yang mengalami rehap hanya lantai dan perawatan cat dinding saja.
“Yang mendapatkan kamar di sini ya di sini tapi itu acak, tidak bisa memilih tapi kalau dapat di sini berarti sudah rejekinya. Ini blok tahanan, kita diputus menjadi napi, dia akan dipindahkan ke blok narapidana,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, KH Abdul Adzim Alwi mengatakan, KH Hasyim Asy’ari sangat eksis dalam memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Ini kamarnya Mbah Hasyim Asy’ari. Beliau ditangkap di Jombang di jaman penjajahan Jepang,” tambahnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”satu-abad-nu”]
Karena di Jombang banyak santri demo terkait penangkapan putra dari pasangan KH Asy’ari dengan Nyai Halimah tersebut. Para santri demo untuk mengeluarkan KH Hasyim Asy’ari dari rumah tahanan Jombang sehingga dipindah ke Mojokerto.
“Ini kamarnya Mbah Hasyim Asy’ari saat di penjara di Mojokerto, kamar nomor 02. Kamar ini memiliki barokah, bahwasanya di sini tempat Mbah Hasyim Asy’ari, tempat raudhah Mbah Hasyim Asy’ari. Tempat wiridan, tempat munajat Mbah Hasyim Asy’ari kepada Allah,” jelasnya.
Di tempat tersebut, lanjut KH Adzim, KH Hasyim Asy’ari berdoa agar Indonesia merdeka. KH Hasyim Asy’ari tidak mau berhenti memperjuangkan kemerdekaan dengan memimpin Laskar Hizbullah. Per tanggal 6 Februari 2023 tercatat, warga binaan di Lapas Klas IIB Mojokerto sebanyak 967 orang, sebanyak 30 diantaranya merupakan perempuan. [tin/suf]







