Blitar (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengaku kekurangan dokter umum. Pasalnya hingga saat ini sebagian puskesmas di Kabupaten Blitar hanya memiliki 1 dokter umum.
Kondisi itu tentu tidak sebanding dengan jumlah pasien yang berdatangan ke puskesmas. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mencontohkan, di Puskesmas Ponggok dan Bakung, rata-rata jumlah pasien yang berkunjung mencapai 100 orang per hari.
Namun di 3 puskesmas tersebut hanya memiliki 1 dokter umum. Kondisi ini tentu tidak ideal dan cukup riskan untuk kondisi kesehatan warga yang memerlukan penanganan cepat.
“Kabupaten Blitar saat ini jumlah tenaga kesehatan (nakes) baik dokter, perawat, ahli gizi, fisioterapis, dan lainnya lebih dari 3 ribu orang,” ucap Suhandono, Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, Jumat (13/9/2024).
Jumlah tenaga kesehatan (nakes) baik dokter, perawat, ahli gizi, fisioterapis, dan lainnya lebih dari 3 ribu orang. Namun, jumlah ini belum ideal, terutama untuk dokter umum.
Pasalnya jumlah dokter yang bertugas di rumah sakit maupun puskesmas saat ini hanya sebanyak 239 orang. Jumlah dokter tersebut tentu sulit untuk mengcover 22 kecamatan dengan 24 puskesmas yang ada.
“Contoh untuk puskesmas Ponggok, Bakung, dan Wates hanya memiliki 1 dokter umum saja. Padahal dalam sehari, pasien yang berobat jalan mencapai 100 orang, belum lagi pasien yang rawat inap,” tegasnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar akan terus menyampaikan kondisi jumlah nakes ini ke pemerintah agar dilakukan penambahan saat rekrutmen CPNS. Tahun ini, Dinkes mendapat 8 formasi dokter yang akan ditempatkan di rumah sakit daerah maupun puskesmas.
“Kekurangan jumlah nakes ini terus coba ditutup, salah satunya lewat rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun lalu,” tutupnya. [owi/suf]






