Surabaya (beritajatim.com) – Mengekspresikan cinta dan rasa hormat terhadap orang-orang selalu dihargai. Hal itupun yang menjadi semangat yang diusung oleh sebuah kafe di Inggris, yakni mengajak pelanggannya melunakkan bahasa.
Chai Stop di Preston telah memperkenalkan aturan baru yang cukup unik tapi bermanfaat. Itu membebankan pelanggan dua kali lipat jumlah tagihan mereka jika mereka tidak berperilaku sopan. Menurut sebuah laporan di Machester Evening News, tujuan dari langkah ini adalah untuk mendorong konsumen bersikap baik kepada orang-orang yang melayani pesanan mereka.
Portal berita tersebut mengatakan bahwa Usman Hussain, 29, founder Chai Stop membuka sebuah restoran teh, donat, makanan jalanan, dan makanan penutup pada Maret tahun ini. Dia memposting pemberitahuan yang menyatakan pelanggan akan dikenakan biaya berbeda untuk minuman yang sama berdasarkan seberapa hormat mereka memesan.
Sebuah posting juga telah dibagikan di halaman Facebook Chai Stop pada hari Sabtu yang berbunyi, “Desi Chai” akan dikenakan biaya 5 poundsterling (Rp87.200) sementara “Desi Chai please” akan dikenakan biaya 3 poundsterling (Rp52.300). Tapi “Halo, Desi Chai tolong” hanya akan dikenakan biaya 1,90 pundsterling (Rp33.000).”
“Papan tulis yang banyak dipublikasikan,” tulis kafe itu sambil membagikan postingan tersebut.
Menurut Hussain, selama ini restoran tidak pernah memiliki klien yang berperilaku buruk, dia pikir aturan akan mendorong orang untuk membuka dan mendukung suasana kafe “only good vibe”, kata Manchester Evening News dalam laporannya.
“Saya pikir ini adalah pengingat yang bagus untuk menggunakan sopan santun Anda, karena sayangnya terkadang kita perlu diingatkan,” kata Hussain.
“Kami tidak pernah bergumul dengan pelanggan yang kasar, tetapi karena memiliki tanda, orang-orang pasti datang lebih terbuka dan tertawa bersama kami. Bagi saya, hal terpenting dalam bisnis saya adalah berjalan melewati pintu dan diperlakukan seperti Anda mau.
“Saya adalah tamu yang disambut di rumah kami. Senang rasanya mendapat rasa hormat yang terbalas,” katanya lebih lanjut.
Hussain mendapat ide inspirasional ini dari posting Facebook tentang sebuah kafe Amerika yang telah menetapkan aturan yang sama beberapa tahun yang lalu. Gambar itu disimpan dalam koleksinya selama dua tahun dan baru-baru ini memutuskan untuk mengujinya di Chai Stop. [adg/beq]






