Ponorogo (beritajatim.com) – Balita asal Ponorogo yang kulitnya melepuh akibat tercebur di panci kuah sayuran panas saat ini dirawat di Rumah Sakit dr. Sutomo Surabaya. Biaya perawatan selama dirawat di Surabaya itu, semua ditanggung oleh Pemerintah lewat program Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin (Biakes Maskin). Sebab, keluarga balita Ramadani Pelangi Qurani, tergolong tidak mampu dan tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).
“Biaya perawatan di rumah sakit Surabaya ditanggung Pemerintah lewat program Biaskes Maskin. Sebab keluarga Ramadani kurang mampu dan tidak mempunyai KIS,” kata Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Ponorogo, Supriadi, Kamis (21/09/2023).
Supriadi menjelaskan bahwa untuk pengurusan administrasi Biakes Maskin telah diselesaikan pada tanggal 19 September 2023 lalu. Sehingga biaya pengobatan untuk balita Ramadani sudah klir, tidak ada kendala lagi. Dinsos P3A Ponorogo, kata Supriadi juga mengurus atau memproses, supaya keluarga balita Ramadani mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dia memperkirakan pada tanggal 1 Oktober nanti, KIS untuk keluarga balita Ramadani sudah jadi. “KIS-nya juga kita urus. InsyaAllah tanggal 1 Oktober 2023 nanti mereka sudah mempunyai KIS,” katanya.
Untuk diketahui sebelumnya, peristiwa balita terjebur di panci kuah sayuran yang panas terjadi di Kabupaten Ponorogo. Kejadian itu terjadi di Dusun Krajan Desa Pulosari Kecamatan Jambon pada hari Minggu (17/9) lalu. Ya, balita berumur 3,5 tahun bernama Ramadani Pelangi Qurani merintih menangis kesakitan, saat dirinya tercebur ke dalam wadah kuah sayuran panas yang dibuat oleh orangtuanya. Akibatnya, sekitar 50 persen kulit dari balita tersebut melepuh.
“Kejadiannya pada hari Minggu lalu, tercebur di wadah sayuran yang panas. Balita Ramadani dirujuk ke Rumah Sakit dr. Sutomo Surabaya,” kata Bidan Desa Pulosari, Suyati.
Menurut informasi yang diperoleh Suyati, kronologisnya berawal saat ibu balita bernama Siti Muamah mengangkat panci berisi kuah sayuran panas dari dapur dan dibawa ke ruang rumah bagian depan. Supaya tidak basi saat dibungkus plastik, panci itu pun diangin-anginkan. Saat itu, Ramadani sedang mainan di luar rumah. Ibu balita pun kembali ke dapur. Kemungkinan balita itu ke dalam rumah, dengan main-main gitu, hingga akhirnya tercebur di panci yang berisikan kuah panas tersebut. “Balita itu pun langsung menangis dan kemungkinan tidak bisa keluar dari panci, hingga orangtuanya menyelamatkannya,” katanya. (end/kun)
BACA JUGA: Ada Kesenian Jadul, Ini Daftar Agenda Ponorogo Rikolo Semono






