Banyuwangi (beritajatim.com) – Kabupaten Banyuwangi memang gudangnya inovasi serta pandai memanfaatkan peluang. Buktinya, sejumlah dam pengaira bisa disulap menjadi berbagai macam area yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Aliran air bukan hanya untuk mengairi sawah, tapi juga bisa menjadi destinasi wisata baru hingga arena olahraga. Sejauh ini terdapat belasan dam pengairan dialihfungsikan maupun dimanfaatkan dengan hal positif baru.
Program ini merupakan bagian ikhtiar dari Dinas PU Pengairan Banyuwangi. Di mana dam-dam sungai disulap menjadi sebuah ruang publik. Area dam dipercantik dan warga dilibatkan dalam pengelolaannya.
Seperti halnya di Dam Limo, kawasan stren kali tersebut dijadikan destinasi wisata. Di kawasan yang asri ini, sungai terlihat bersih terjaga kebersihannya, selain juga disediakan gubuk-gubuk untuk warga berjualan.
Sambil menikmati keindahan dan kebersihan sungai di kawasan Dam Limo, pengunjung diajak menikmati makanan khas setempat, yakni ikan sidat, atau unagi, atau yang biasa dikenal dengan oling oleh penduduk setempat dengan berbagai varian olahan. Dam Limo merupakan salah satu tempat ladangnya ikan untuk berkembang biak.
“Warga Dam Limo mengajak pengunjung untuk merasakan sensasi menikmati Unagi dengan citarasa khas Indonesia di sebuah areal dam di pinggir sungai yang bersih,” kata Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo.
Oling merupakan salah satu ikan yang kaya gizi dan juga disukai berbagai negara Taiwan, Jepang, dan Korea. Banyuwangi sendiri dikenal sebagai daerah pengekspor sidat skala besar ke berbagai negara terutama Jepang yang di sana sidat biasa dikenal dengan Unagi.
“Dengan dijadikan tempat wisata seperti ini, kami berharap agar masyarakat turut menjaga sungai. Dengan sungai yang bersih tempat ini bisa dikunjungi banyak orang,” kata Guntur.
Sementara itu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berpesan semua pihak harus berperan dalam kegiatan ini. Terutama dapat menjaga maupun mempertahankan secara berkelanjutan kualitas sungai.
“Banyak efek turunan dari gerakan ini, selain menjaga kualitas air sungai, juga menjaga lingkungan irigasi, ekosistem sungai, sehingga membuat lingkungan kita menjadi lebih sehat dan nyaman,” kata Ipuk.
Selain itu, Banyuwangi sebelumnya menggelar Festival Kali Bersih. Sebuah gerakan seluruh kecamatan bergerak bersama membersihkan sungai di daerahnya masing-masing. Program ini sebagai bagian dari upaya menuju pola hidup masyarakat menjadi lebih bersih dan sehat, termasuk di dalamnya dengan mewujudkan sungai yang bersih.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banyuwangi”]
Selain itu, Banyuwangi juga telah meluncurkan program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu). Program ini memberikan edukasi pada sekolah-sekolah mulai SD hingga SMA, dan perguruan tinggi untuk menjaga kebersihan sungai. (rin/ted)







