Jombang (beritajatim.com) – Kasus Covid-19 di Jombang kembali mengalami peningkatan. Tidak tanggung-tanggung dalam dua hari terakhir ini ada penambahan 63 kasus positif. Mereka tersebar di beberapa kecamatan.
Tentu saja, jumlah kecamatan yang menyandang status zona merah juga bertambah. Yakni, dari enam menjadi delapan kecamatan. Masing-masing kecamatan itu adalah Jombang Kota, Megaluh, Diwek, Kesamben, Ngoro, Mojowarno, Gudo, serta Tembelang. Hanya satu kecamatan yang tersisa dan masih bertahan di zona hijau, yakni Ngusikan.
Selebihnya, empat kecamatan zona oranye, serta delapan kecamatan zona kuning. Demikian peta pesebaran Covid di 21 kecamatan se-Kabupaten Jombang berdasarkan update di laman Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, Kamis (24/6/2021) pukul 14.00 WIB.
Dari data tersebut juga diketahui, per hari ini tercatat 188 orang yang terkonformasi Covid-19. Artinya ada peningkatan 44 kasus dibanding sehari sebelumnya. Pasalnya, pada Rabu (23/6/2021) pasien positif covid-19 yang masih aktif sebanyak 144 orang.
Kemudian pada Selasa (22/6/2021) pasien Covid-19 tercatat 125 orang. Praktis, Selasa hingga Rabu ada peningkatan 19 kasus. Nah, jika ditotal mulai Selasa hingga Kamis (24/6/2021), ada peningkatan 63 kasus positif Covid-19.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19-jombang”]
Kecamatan zona merah yang menjadi penyumbang pasien terbanyak di antaranya, Jombang Kota sebanyak 22 kasus, Megaluh 20 kasus, Gudo 21 kasus, Diwek 17 kasus, Tembelang 11 kasus, Ngoro 11 kasus, Kesamben 16 kasus, serta Mojowarno 12 kasus.
Koordinator Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Jombang Budi Winarno membenarkan meningkatnya Covid-19 tersebut. Namun demikian, Budi enggan membeberkan dari klaster mana saja peningkatan itu. “Untuk masalah itu (klaster), konfirmasi saja ke Dinas Kesehatan (Dinkes),” ujar Budi Winarno. [suf]






