Surabaya (beritajatim.com) – Persija Jakarta berhasil mengalahkan Persik Kediri dengan skor mencolok 3-1 dalam laga pekan ke-13 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Surakarta pada Kamis (20/11/2025) malam. Persik bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-50.
Babak Pertama
Persija langsung menekan begitu laga dimulai. Tekanan mereka memaksa pertahanan Persik bekerja keras, sementara pelanggaran keras Rizky Ridho pada menit kedua membuat sang kapten menerima kartu kuning. Persik sempat membalas melalui sepak pojok menit kedelapan, namun peluang itu belum membuahkan hasil.
Persija kemudian kembali memegang kendali. Tendangan jarak jauh Fabio Silva memaksa kiper Persik melakukan penyelamatan, disusul peluang dari dua tendangan bebas di menit 15 dan 16 yang juga gagal menembus pertahanan rapat lawan. Aksi cepat Arlyansyah pada menit 21 sempat membuka peluang, namun dihentikan tekel Telmo Castanheira yang berujung kartu kuning.
Derasnya hujan semakin mempengaruhi permainan. Bola sering berhenti di genangan air, sementara beberapa pemain terpeleset dan salah mengoper. Kondisi ini menyulitkan Persija yang kehilangan kreativitas tanpa kehadiran Allano Lima yang absen akibat akumulasi kartu.
Meski menciptakan banyak peluang, Persija tetap kesulitan mencetak gol. Witan Sulaeman dan Eksel Runtukahu mendapat kesempatan terbaik di kotak penalti, tetapi keduanya gagal menaklukkan Leonardo Navacchio yang tampil solid di bawah mistar Persik.
Justru Persik yang berhasil memecah kebuntuan. Pada menit 42, tendangan bebas Ezra Walian mengarah akurat ke sisi kiri gawang, mengecoh Carlos Eduardo dan membawa Persik unggul 1-0. Persija mencoba membalas lewat peluang bola mati jelang turun minum, namun Navacchio kembali tampil sigap. Skor 1-0 bertahan hingga akhir babak pertama.
Babak Kedua
Laga babak kedua digelar setelah mengalami penundaan selama dua kali 30 menit karena hujan deras yang mengguyur Stadion Manahan.
Begitu laga dimulai kembali, petaka menimpa Persik. Telmo Castanheira menerima kartu kuning kedua pada menit ke-50 usai tekel keras terhadap Maxwell, memaksa Persik bermain dengan sepuluh pemain.
Persija mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Tendangan jarak jauh Van Basty Sousa menit 57 mengancam, tetapi masih ditepis Navacchio.
Upaya Macan Kemayoran membuahkan hasil pada menit ke-60. Umpan jauh Witan Sulaeman disambut Eksel Runtukahu yang berlari sendirian menuju gawang. Eksel menuntaskan peluang itu dengan sempurna, menyamakan skor menjadi 1-1.
Drama terjadi pada menit 62 ketika Henhen Herdiana dianggap menjegal Eksel di area berbahaya. Wasit sempat mengeluarkan kartu kuning dan melakukan pengecekan VAR untuk menentukan apakah pelanggaran terjadi di dalam kotak penalti dan apakah layak berbuah kartu merah.
Setelah meninjau tayangan ulang, keputusan dibatalkan: tidak ada pelanggaran, tidak ada kartu, dan tidak ada penalti.
Keunggulan jumlah pemain benar-benar dimanfaatkan oleh Persija. Mereka kini berbalik unggul 2-1 lewat gol Maxwell Souza pada menit ke-71. Ia melakukan sundulan yang membuat bola memantul dan sulit ditangkap oleh Leo Navacchio.
Tak berselang lama, giliran Witan Sulaeman yang menjebol gawang Persik. Gol Witan pada menit ke-78, yang memaksimalkan umpan Maxwell, membawa tim ibu kota memperbesar keunggulan 3-1 atas Macan Putih.
Kalah jumlah pemain membuat Persik tidak berkutik di pertandingan ini. Mereka gagal mengimbangi, hingga akhirnya tumbang 1-3 di tangan Persija Jakarta. (faw/kun)






