Malang (beritajatim.com) – Tim dari Universitas Brawijaya (UB) Malang yang terdiri dari tiga orang dosen dan sembilan mahasiswa menjadi pembicara di ajang International Union of Nutritional Sciences (IUNS), pada awal Desember lalu. Acara tersebut merupakan agenda internasional yang dilakukan setiap empat tahun sekali di Tokyo, Jepang.
Tim sebelumnya telah melakukan penelitian tentang manfaat anggur laut yang dipanen dari perairan di Mantehage, Sulawesi Utara. Piko Satria Augusta, salah satu anggota tim penelitian, mengungkapkan bahwa anggur laut punya banyak potensi.
“Anggur laut dapat diolah seperti teh kombucha, yaitu teh fermentasi yang kaya akan antioksidan dan polifenol. Namun, sayang belum banyak diketahui oleh masyarakat umum,” kata Piko, Jumat (30/12/2022).
Selain sebagai bahan pangan fungsional, jelas mahasiswa Pendidikan dokter ini, anggur laut juga dapat menjadi salah satu terapi melawan kanker. Anggur laut sendiri kaya antioksidan, dan dapat menjadi obat antikanker.
“Penelitian ini juga telah diuji memakai mencit. Meski masih dalam tahap penelitian, namun sudah ada artikel yang terbit di jurnal. Selain itu, penelitian kami juga sudah mendapat sertifikat Hak Kekayaan Intelektual dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kemenkumham,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ub-malang”]
Hasil penelitian tentang anggur laut ini sudah terbit pada Journal of Cell and Health Research (JCHR). Dalam jurnal tersebut disebutkan bahwa adanya peningkatan kolesterol total, trigliserida dan HDL serta rendahnya LDL, yang berperan dalam proses karsinogenesis.
Tim asal UB menyimpulkan, adanya penurunan tingkat LDL dan trigliserida serta peningkatan HDL setelah pemberian suplemen anggur laut. Dari penelitian tersebut, anggur laut berpotensi untuk menjadi pangan fungsional dalam melawan kanker payudara.
“Saat ini, penelitian anggur laut ini masih perlu pengembangan lebih lanjut. Penelitian ini penting karena anggur laut berpotensi untuk menjadi pangan fungsional dalam melawan kanker payudara,” ujar mahasiswa angkatan 2019 ini.
Melalui penelitian ini, Piko bersama Muhammad Yusuf dan dr. Happy Kurnia Permatasari, Ph.D berkesempatan untuk bicara di Internatiional Union of Nutritional Sciences (IUNS). Dia melakukan presentasi di Tokyo, Jepang.
“Tahun ini, UB mengirimkan dua delegasi dalam cabang poster presentation, terangnya. Selain presentasi, delegasi UB juga mengikuti Luncheon Seminar, sebagai bagian akhir rangkaian ICN. Kami juga sempat berdiskusi mengenai penelitian antar presenter poster,” pungkasnya. [dan/suf]






