Blitar (beritajatim.com) – Arema FC telah mendapatkan persetujuan dari Wali Kota Blitar untuk menggunakan Stadion Soepriadi sebagai home base atau kandang di Liga 1. Rencananya Stadion Soepriadi Kota Blitar bakal menjadi kandang Tim Singo Edan selama setengah musim Liga 1 musim 2024.
Manajemen Arema FC pun berterima kasih kepada Wali Kota dan Masyarakat Kota Blitar yang mengizinkan Tim Singo Edan berkendang di Bumi Bung Karno. Selanjutnya pihak manajemen Arema FC bakal mengajukan surat ke PSSI dan PT. LIB, terkait bisa tidaknya Stadion Soepriadi dijadikan home base Tim Singo Edan selama Liga 1 musim 2024.
“Selanjutnya kami fokus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian terkait nanti paparan draft PAM kita butuh masukan dan saran dari pihak kepolisian Blitar. Akan kami kompilasi untuk kita laporkan ke PSSI dan LIB nanti akan mendapatkan persetujuan Stadion Soepriadi itu layak atau tidak dan disetujui atau tidak jadi home base Arema FC di kompetisi selanjutnya,” kata General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, Sabtu (1/6/2024).
Jika disetujui PT. LIB dan PSSI maka Arema FC bakal menjadikan Stadion Soepriadi yang berkapasitas 10 ribu penonton sebagai home base untuk mengarungi kerasnya Liga 1 musim 2024.
Meski hanya memiliki kapasitas penonton yang relatif sedikit, namun Arema FC bakal diuntungkan jika jadi berkandang di Stadion Soepriadi Blitar. Dekatnya jarak antara Malang dan Blitar jadi nilai plus tersendiri bagi Arema FC.
Selain bisa menghemat pengeluaran klub, dipastikan setiap laga kandang Arema FC musim depan bakal mendapatkan dukungan penuh dari suporter. Selain dari Kota dan Kabupaten Malang, Blitar adalah kantong suporter Arema.
Tentu jika jadi berkandang di Blitar maka Aremania dari Malang maupun Blitar akan sangat mudah datang ke Stadion Soepriadi untuk memberi dukungan kepada Tim Singo Edan.
“Nanti kita akan berkoordinasi dengan tim pelatih, kepala dan timnya nanti akan membuat program recovery dan latihan lebih lanjut. Karena jaraknya dekat apakah tim datang sehari sebelum pertandingan atau dua hari sebelum pertandingan,” bebernya.
Saat ini Tim Singo Edan juga masih terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian terkait pengamanan pertandingan. Hal ini wajib dilakukan karena Arema FC memiliki basis suporter yang besar utamanya di Jawa Timur. [owi/beq]






