Surabaya (beritajatim.com) – Beritajatim.com resmi mengenalkan produk Connect Intelligence Media (CIMA) bertepatan dengan perayaan HUT ke-20. Perangkat ini dirancang membantu industri dan lembaga memantau keterlibatan publik secara mendalam.
Direktur Usaha beritajatim.com Saptini Darmaningrum menjelaskan, CIMA menjadi solusi bagi instansi dalam memetakan respons masyarakat di media sosial. Teknologi ini mampu mendeteksi dinamika komunikasi yang kini semakin menantang bagi reputasi organisasi.
Saptini menyebut indikator keberhasilan strategi komunikasi saat ini tidak lagi cukup diukur melalui sentimen negatif, positif, atau netral. Menurutnya, konten positif tetap berisiko mendapat respons buruk jika persepsi dasar masyarakat sudah tidak sehat.
Ia menegaskan pentingnya memahami akar persepsi publik sebelum menentukan langkah komunikasi selanjutnya.
“Nanti karena sentimen masyarakat terhadap sebuah lembaga itu sudah buruk, meskipun konten yang dimunculkan positif, rata-rata komennya akan negatif,” ungkap Saptini, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan bahwa CIMA hadir untuk memberikan gambaran objektif mengenai apa yang sebenarnya dirasakan masyarakat terhadap suatu lembaga.
“Persepsi itu yang tools kita akan bisa membantu mengukur, apa yang harus dilakukan terhadap persepsi itu tadi,” imbuhnya.
Selain inovasi produk, beritajatim.com juga berkomitmen terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi demi menjaga keberlangsungan industri. Langkah ini diambil untuk memastikan kolaborasi dengan berbagai pihak tetap berjalan secara berkelanjutan.
Bagi manajemen, pemanfaatan teknologi merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi perusahaan untuk tumbuh dalam jangka panjang.
“Kita harus mengikuti perkembangan teknologi, beradaptasi dengan teknologi, terus bagaimana industri media ini kita juga tetap bisa lanjut lewat adaptasi itu,” jelas Saptini.
Saptini juga menekankan pentingnya membangun kemitraan yang lebih luas melalui berbagai solusi media yang ditawarkan.
“Kita berharap kolaborasi, kerja sama karena mungkin kita ini punya tadi punya tools, mungkin ada kerja sama dengan lebih banyak, lebih beragam lembaga,” pungkasnya. [ipl/beq]






