Surabaya (beritajatim.com) – Nasi goreng Melvin Tenggara, salah satu menu yang menjadi pilihan pengusaha muda asal Surabaya ini ada di salah satu resto Fution miliknya di Surabaya Barat. Bukan tanpa alasan mengapa ia menamai menu nasi goreng tersebut.
Selain menjadi salah satu menu favoritnya, nasi goreng Melvin Tenggara ini menjadi salah satu menu yang digunakan ia untuk membuang charity berbagi bersama dengan beberapa majelis taklim, panti asuhan hingga yang lain.
[berita-terkait number=”5″ tag=”crazy-rich”]
Setiap menu nasi goreng yang berisikan telur rebus, sate ayam, dan emping blinjo ini dijual dengan harga Rp45 ribu. Dari jumlah itu, sebesar Rp10 ribu dari hasil penjualan per mangkok disumbangkan kepada anak-anak panti asuhan.
“Jadi ini menu pertamaku nasi goreng melvin, jadi menu ini kita buat charity, setiap penjualan satu mangkuk nasi goreng ini Rp10 ribu akan kita sumbangkan kepada yang membutuhkan seperti anak yatim piatu maupun yang lain,” ungkap Melvin.
Yang berbeda dari nasi goreng merah milik Melvin Tenggara ini di cita rasa. Biasanya para remaja condong suka dengan taste kebarat-baratan, namun hal itu berbeda dengan Melvin. Karena ia tidak terlalu suka dengan makanan luar negeri ia memilih menjual menu tradisional asli Indonesia.
Maka tak salah setiap tiga bulan, ia akan mengganti menu chatiry yang sesuai dengan menu favoritnya. Seperti soto ayam atau mie goreng. Dari hasil penjualan nasi goreng Melvin Tenggara and friend ia mendapatkan Rp53 jutaan untuk disalurkan kepada anak-anak yang kurang mampu.
“Jadi nanti setiap tiga bulan sekali saya akan jual lagi menu charity yang lain, menu favorit saya tentunya. Kalau bilang inspirasi tidak ada saya mengisi waktu luang untuk hal yang bermanfaat,” terang Melvin.
Ditanya akan makna berbagi di bulan yang penuh berkah, Melvin mengatakan ini adalah moment yang sangat bagus untuk berbagi kebahagiaan. Apalagi dalam dua tahun belakangan masyarakat tidak bisa berinteraksi dengan banyak orang. Namun untuk tahun ini pemerintah memberikan kelonggaran. Ia pun dapat berbagi kebahagaian bersama.
“Ini momen yang bagus karena kita sudah kehilangan dua tahun kesempatan karena situasi pandemi. Nah, saat ini sudah ada kesempatan berbagi bersama dan inilah kita manfaatkan untuk merayakan bersama dengan cara berbagi kebahagiaan,” tutupnya. [way/suf]







