Surabaya (beritajatim.com) – Dr Benny Lianto kembali menjabat sebagai Rektor Universitas Surabaya (Ubaya) periode 2023-2027. Pada periode ini, Benny fokus untuk meneruskan peran Ubaya sebagai kampus inovatif di Indonesia.
“Kami mendorong sebanyak mungkin riset-riset dosen untuk menuju hilirisasi dan bisa dikomersialisasikan. Hal ini akan menjadi salah satu lompatan dalam hal sumber-sumber pembiayaan alternatif dari non mahasiswa,” katanya usai pelantikan, Sabtu (17/6/2023).
Selain itu, pihaknya menargetkan untuk meningkatkan student body Ubaya minimal 15 ribu mahasiswa. Jumlah ini untuk memenuhi misi Ubaya sebagai kampus ukuran besar. Target ini juga dibarengi peningkatan SDM dalam hal jumlah dosen S3 dan dosen dengan jabatan akademik lektor kepala dan guru besar.
Untuk mencapai itu, Ubaya mencanangkan program 55 profesor baru pada periode 2023-2027 ini. Tak hanya itu, pihaknya juga akan membangun kerja sama dengan berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri.
“Kerja sama ini juga didukung dengan implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kami juga akan mempertemukan dosen Ubaya dengan dosen asing dari mitra perguruan tinggi di negara lain. Selain itu, memperbanyak jumlah mahasiswa yang magang ke luar negeri,” ujar Benny.
Baca Juga:
UIH Ubaya dan JCI East Java Gelar Seminar Bisnis, Hadirkan Narasumber dari Big Company
Pada periode lalu, Benny mengusulkan pola pembelajaran yang high choice (banyak pilihan), high tech (integrasi teknologi), dan high touch (humanis). Pola pembelajaran ini telah diimplementasikan Ubaya lebih cepat akibat pandemi.
“Periode satu, Ubaya tumbuh menjadi agile organization. Hal ini menjadi landasan kuat bagi Ubaya untuk memasuki periode kedua karena tantangan ke depan menuntut perguruan tinggi untuk merespon dengan cepat,” katanya.
Ke depan, Benny ingin membawa Ubaya menjadi kampus swasta yang semakin bereputasi dan dikagumi masyarakat sesuai visi Ubaya, yakni to be the first university in heart and mind. Menurutnya, Ubaya juga terus mengembangkan diri untuk menjadi kampus yang relevan dengan tuntutan masa depan.
Baca Juga:
Ubaya Tampilkan Karya Perempuan Eks Lokalisasi dalam Pameran Photovoice
“Harapannya ke depan, kami keluarga besar Ubaya semakin bekerja lebih keras, lebih smart, terus berinovasi, terus berkolaborasi, dan membangun kedisiplinan agar dapat mewujudukan Ubaya yang kita harapkan,” harapnya.
Di kesempatan sama, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof Dyah Sawitri mengatakan bahwa akreditasi universitas dan fakultas yang unggul serta banyaknya guru besar di Ubaya dapat diarahkan menjadi world class university.
“Apresiasi besar terhadap Ubaya yang telah mencetak sumber daya manusia bagi Indonesia emas. Semoga kita bisa berkolaborasi agar harapannya Ubaya menjadi salah satu universitas berkelas dunia yang unggul,” tandasnya. [ipl]
Berikut jajaran pimpinan baru Ubaya periode 2023-2027 :
– Rektor : Dr Benny Lianto
– Wakil Rektor I : Prof Maria Goretti Marianti Purwanto
– Wakil Rektor II : Dr Noviaty Kresna Darmasetiawan
– Wakil Rektor III : Dr Christina Avanti
– Wakil Rektor IV : Djuwari PhD
– Ketua LPPM : Prof Suyanto
– Dekan Fakultas Farmasi : Prof Antonius Adji Prayitno Setiadi
– Dekan Fakultas Hukum : Dr Hwian Christianto
– Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika : Dr Putu Anom Mahadwartha
– Dekan Fakultas Psikologi : Dr Evy Tjahjono
– Dekan Fakultas Teknik : Eric Wibisono PhD
– Dekan Fakultas Teknobiologi : Dr Sulistyo Emantoko Dwi Putra
– Dekan Fakultas Industri Kreatif : Prof Markus Hartono
– Dekan Fakultas Kedokteran : Prof Rochmad Romdoni
– Direktur Politeknik : Agung Sriwardhani MA.






