Bojonegoro (beritajatim.com) – Angin kencang disertai hujan menerjang sejumlah rumah warga di Kabupaten Bojonegoro. Akibatnya, sejumlah rumah rusak. Sebagian besar rumah yang rusak di bagian atap karena terbawa angin.
Kondisi atap rumah yang rusak mulai diperbaiki oleh pemiliknya dengan bergotong-royong. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro juga turut memberikan sejumlah bantuan bagi korban yang rumahnya rusak untuk kebutuhan mendesak.
Sesuai data dari BPBD Bojonegoro, angin kencang disertai hujan terjadi kemarin siang. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Mori Kecamatan Trucuk dan Desa Pomaham Kecamatan Baureno. Di Desa Mori sendiri dua rumah warga yang rusak bagian atap dan satu bangunan masjid.
Di Desa Pomaham sedikitnya ada 18 rumah rusak ringan dan satu bangunan makam. “Tim BPBD juga telah membersihkan pohon yang tumbang menimpa rumah warga di Desa Pomahan,” ujar Kalaksa BPBD Bojonegoro, Ardian Orianto, Senin (30/01/2023).
[berita-terkait number=”3″ tag=”bojonegoro”]
Cuaca ekstrim yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro ini menurut Ardian akan terjadi hingga Maret 2023 mendatang. Saat ini, lanjut dia, Kabupaten Bojonegoro sedang mengalami kondisi hidrometrologi basah. Pihaknya mengimbau agar masyarakat waspada terhadap potensi bencana yang mungkin timbul akibat fenomena alam tersebut.
Menurutnya, fenomena hyderometerologi basah merupakan fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer, air atau lautan yang menyebabkan terjadinya hujan deras, tanah longsor maupun banjir.
“Masyarakat harus waspada terhadap cuaca, mulai dari hujan dengan intensitas sedang hingga hujan lebat disertai angin kencang dan petir serta waspada tanah longsor,” imbuhnya. [lus/but]






