Kediri (beritajatim.com) – Belasan gelandangan dan pengemis (gepeng) serta anak jalanan (anjal) di Kediri digaruk oleh petugas Satpol PP, TNI dan polisi, pada Sabtu (17/6/2023).
Para gepeng dan anjal di Kediri ini diciduk oleh petugas setelah bikin takut pengguna jalan, dengan meminta-minta secara paksa, bahkan menggedor-gedor kendaraan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Agung Nugroho mengatakan, gepeng dan anjal terjaring razia dari sejumlah titik jalan raya.
Baca Juga : Persik Kediri Keramatkan Nomor Punggung 12, Ini Penyebabnya
Diantaranya dari kawasan Simpang Lima Gumul, Simpang Empat Bogo Plemahan, Simpang Empat Papar dan Simpang Empat Pare.
“Razia ini digelar untuk menciptakan rasa aman, dan ketertiban. Pasalnya, banyaknya keluhan masyarakat yang merasa terganggu atas perbuatan mereka yang meminta dan mengamen secara kasar bahkan hingga menggedor body kendaraan,” ungkap Agung Nugroho.
Menurut laporan yang diterima Satpol PP dari masyarakat, banyak gepeng yang sudah mengganggu dan meresahkan pengguna jalan, cara mereka mencari uang dirasa warga terlalu kasar hingga tak segan menggedor body kendaraan sehingga warga merasa ketakutan.
Baca Juga : Jalan Tol Kediri, Mbak Wabup : Ganti Rugi Mulai Dibayar
“Ini dilaksanakan karena adanya keluhan dari masyarakat yang merasa terganggu atas perbuatan pengamen, gelandangan dan anak jalanan yang mencari nafkah dengan cara yang tidak semestinya, seperti ketika tidak ada yanfg memberi uang, mereka menggedor body mobil,” tambahnya.
Atas perbuatan mereka tersebut, menyebabkan pengguna jalan merasa ketakutan. Sementara dari razia tersebut, petugas berhasil mengamankan, 7 anak punk, 5 manusia silver dan 6 pengamen.
Nantinya, mereka akan diberi sanksi rehabilitasi dalam waktu lebih dari satu minggu, serta diberikan pembinaan jasmani, rohani, bahkan fisik agar setelah keluar dari rehabilitasi tidak mengulangi perbuatan serupa.
Baca Juga : Disdik Kota Kediri Beri Bantuan Korban Kebakaran di Bujel
“Mereka akn diberi sanksi rehabilitasi dalam waktu lebih dari satu minggu, nantinya mereka akan menjalani pembinaan jasmani, rohani, bahkan fisik,” tutup Agung. [nm/ted]






