Ponorogo (beritajatim.com) – Duka mendalam dirasakan keluarga besar SMP Negeri 2 Pulung. Salah satu siswanya kelas 7 yang berinisial PAP (12) mendadak meninggal dunia. Padahal, tadi pagi korban sudah sampai sekolah. Rasa sakit yang dirasakan, membuat korban memutuskan untuk pulang sebelum pelajaran dimulai.
“Korban PAP ini sudah sampai sekolah, nah sebelum bel masuk atau sekitar pukul 06.45 WIB yang bersangkutan izin pulang ke rumah karena merasa tidak enak badan,” kata salah satu guru di SMP Negeri 2 Pulung, Anik Wijayanti, yang kalau itu kebetulan bertugas piket, Rabu (5/1/2022).
Anik yang saat itu berada di depan gerbang, melihat PAP berjalan meninggalkan lingkungan sekolah. Korban izin kepada dirinya untuk pulang karena sakit. Saat ditanya oleh Anik, korban mengeluhkan merasa pusing. Di depan gerbang korban juga sambil menunggu bapaknya menjemput, sebab sebelumnya sudah ditelpon oleh korban.
[berita-terkait number=”5″ tag=”meninggal-mendadak”]
“Ya sempat tak tanya, pulang diantar siapa? Korban menjawab kalau sudah dijemput oleh bapaknya, yang sebelumnya sudah ditelpon,” ungkap Anik.
Lebih lanjut, ketika dijemput oleh bapaknya, korban sudah terlihat pucat serta lemas. Bapaknya langsung membonceng korban untuk dilarikan ke Puskesmas Pulung untuk mendapatkan pertolongan medis. Naas, belum sampai puskesmas, korban sudah meninggal dunia.
“Waktu pamit dijemput bapaknya itu, korban wajahnya sudah pucat dan lemas. Langsung dilarikan ke Puskesmas, namun katanya diperjalanan sudah meninggal,” pungkas Anik.
Diberitakan sebelumnya, pelajar perempuan berinisial PAP (12) mendadak meninggal dunia saat baru berangkat sekolah. PAP yang dalam keadaan sakit itu akhirnya meninggal, sebelum sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Pulung. Sebelumnya, korban mengeluhkan sakit dan merasa pusing setibanya di sekolah yang berada di Desa Kesugihan Kecamatan Pulung Ponorogo itu.
“Tadi pagi memang ada laporan dari masyarakat, ada siswi di sekolah yang mengeluhkan sakit dan saat belum sampai di puskesmas si anak itu sudah keburu meninggal dunia,” kata Kapolsek Pulung IPTU Hariyadi, Rabu (5/1/2022) sore.
Korban PAP, kata Hariyadi meninggal saat dalam perjalanan menuju puskesmas. Korban juga masih sempat menghubungi orangtuanya untuk menjemput di sekolah. Setelah bapak korban datang, ditemani salah satu guru untuk membawa korban ke puskesmas. Saat itu keadaan korban sudah pucat dan mau pingsan.
Dari hasil pemeriksaan tim medis puskesmas dan petugas kepolisian, hasil sementara korban mengalami kekurangan oksigen di dalam tubuh. Hal tersebut yang akhirnya membuat korban tak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia.
“Dari keterangan pihak keluarga, korban dalam tiga hari terakhir memang mengalami sakit. Korban juga tidak nafsu makan selama tiga hari ini,” katanya.
Lebih lanjut, Hariyadi menyebut untuk pemeriksaan luar, tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan. Usai diperiksa, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemulasaraan. Keluarga korban juga menerima kejadian ini sebagai musibah.
“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam pemeriksaan luar. Korban kemudian diserahkan ke keluarga. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut,” pungkasnya. (end/kun)






