Sidoarjo (beritajatim.com) – Ada empat bangunan ruang kelas di SDN 2 Bluru Kidul Kecamatan Sidoarjo memprihatinkan. Renovasi yang dilakukan sebelumnya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo juga dinilai tak maksimal, karena hanya bagian plafon.
Kerusakan yang terjadi di empat bangunan ruang kelas ini sudah terjadi sejak bertahun-tahun. “Kami berkeinginan agar segera ada perbaikan ruang kelas secara maksimal,” ucap Kepala Sekolah SDN Bluru Kidul Menik Mahfiah Selasa (15/1/2024).
Dia melanjutkan, akibat dari ruang kelas yang atapnya rapuh pihak sekolah memutuskan untuk mengosongkan ruang kelas agar para siswa aman ketika belajar.
“Untuk siswa kita berlakukan sistem shift atau bergantian untuk siswa ada yang masuk pagi dan ada yang masuk siang,” terangnya.
Menik menjelaskan, selain ruangan kelas yang membutuhkan renovasi karena atap rapuh dan kusennya sudah keropos, terdapat pula ruang guru dan perpustakaan yang kondisinya juga kurang layak.
Pihaknya sudah mengajukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Sidoarjo agar segera dilakukan renovasi secara menyeluruh.
Namun ternyata yang terealisasi hanya dua ruangan kelas itu pun hanya renovasi atap dan plafon saja.
“Akhir tahun 2023 ada renovasi, tetapi hanya atap dan plafon sementara kusennya belum,” ungkapnya.
Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sidoarjo Heri Purwanto menandaskan perbaikan renovasi memang sudah dilakukan melalui anggaran PAK tahun 2023 namun tidak menyeluruh.
“Dikbud Kab. Sidoarjo telah menginventarisir sejumlah sekolah yang rusak dan sudah dianggarkan untuk tahun 2023 lalu dan juga tahun 2024. Namun renovasi memang tidak dilakukan secara menyeluruh karena keterbatasan anggaran yang ada. Sehingga dinas mencari yang sifatnya urgent,” dalihnya.
“Untuk perbaikan ruang kelas yang lainya serta ruang guru dan perpustakaan baru akan dilakukan renovasi tahun 2025. Karena untuk anggaran 2024 sudah disahkan dan sudah berjalan,” sambung Heri. (isa/ian)







