Madiun (beritajatim.com) – Totok Purnomo (31) warga Desa Sidomulyo, Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur harus menjalani rawat inap di Ruang Teratai RSUD dr Soeroto Ngawi. Ruangan itu adalah ruang isolasi bagi pasien gangguan jiwa. Totok perlu menjalani.rawat inap seminggu hingga dua minggu untuk memastikan kondisi kejiwaannya usai dia membunuh sang nenek Bainah (82) pada Jumat (15/7/2022) pukul 02.00 WIB.
Dokter spesialis kejiwaan RSUD dr Soeroto Ngawi, dr. Kardimin, Sp.KJ, MKes mengungkapkan jika pihaknya masih melakukan observasi. Sementara, kondisi Totok saat ini sudah tenang. Dia sudah bisa diajak berkomunikasi dan sudah mau makan.
“Sementara dia sudah tenang usai mengkonsumsi obat. Kemudian, sudah bisa diajak berkomunikasi dan sudah mau makan,” kata Kardimin pada beritajatim.com, Jumat (15/7/2022).
Dia mengungkapkan jika kondisi kejiwaan Totok masih perlu diobservasi. Saat ini dia belum mengetahui sejak kapan Totok mulai mengalami gangguan jiwa. Dirinya belum bertemu dengan keluarga Totok. Meski begitu, Kardimin sudah mengetahui jika Totok memang sudah pernah mendapatkan perawatan dari (rumah sakit jiwa) RSJ di wilayah lain. “Sementara kami kami belum bertemu keluarga. Sehingga, belum kami ketahui mulai kapan pasien ini mengalami gangguan jiwa,” kata Kardimin.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pembunuhan”]
Dia menyebut jika kondisi itu sudah mengarah ke gangguan jiwa berat yang bersifat psikotik. Di mana si penderita sudah dalam kondisi tak bisa mempertanggungjawabkan apa yang dia perbuat. Namun, dirinya mengungkapkan jika Totok bisa saja masih berlanjut ke proses hukum. “Makanya kami observasi dulu. Pasien ini baru masuk tadi pagi. Butuh seminggu hingga dua minggu agar kami benar-benar bisa periksa betul dengan kondisi kejiwaannya,” kata Kardimin.
Untuk diketahui, Seorang pemuda asal Dusun Dunggong RT 21 RW 06 Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun melukai neneknya sendiri hingga meninggal dunia. Adalah Totok Purnomo (31) mantan pekerja migran yang membunuh Bainah (82) warga Desa Plumpungrejo, Wonoasri, Kabupaten Madiun.
Totok tega melukai bagian kepala Bainah menggunakan cangkul pada Jumat (15/7/2022) pukul 02.00 WIB. Akibatnya Bainah mengalami pendarahan hebat hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Kapolsek Wonoasri AKP Agustinus Dwi Tjahjono membenarkan kejadian tersebut. (fiq/kun)






