Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 5 orang penambang pasir di Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar tersambar petir. Dalam kejadian itu, kondisi 1 orang atas nama Hadi meninggal dunia, sementara 4 lainnya harus dilakukan ke Rumah Sakit Umum Ngudi Waluyo Blitar.
Keempat penambang pasir yang tersambar pasir tersebut kini tengah mendapatkan perawatan intensif oleh tim medis. Menurut tim medis RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, para korban mengeluhkan rasa sesak dan nyeri pada dada.
Para penambang pasir yang tersambar petir itu pun, juga mengeluhkan gejala sesak nafas. Kondisi para korban juga masih lemas dan serta nyeri di bagian tangan. Para korban pun tidak mengalami luka bakar akibat sambaran petir.
Baca Juga: Anggota DPRD Jatim Ufiq Zuroida Salurkan Alsintan ke Gapoktan Lamongan
“Para korban mengeluhkan sesak dibagian dada satu lagi mengeluhkan nyeri di bagian tangan, semua korban tidak ada luka bakar,” kata Mustiko Humas RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Jumat (01/12/23).
Menurut Humas RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, saat diantar ke rumah sakit para korban dalam keadaan lemas. Meski begitu tidak ada bekas luka bakar yang diderita oleh para penambang pasir yang tersambar petir.
“Tidak ada bekas luka bakar, baik yang meninggal dunia juga tidak ada,” tegasnya.
Saat ini korban meninggal dunia atas nama Hadi telah dibawa pulang pihak keluarga. Sementara para korban selamat, saat ini masih menjalani observasi oleh tim medis.
“Yang meninggal sudah dibawa pulang untuk disemayamkan, sementara yang lain masih menjalani observasi di IGD,” tutupnya.
Baca Juga: Duet Capres Ganjar Pranowo-Cawapres Mahfud MD, Pasangan Siap Membabat Habis KKN
Sebelumnya sebanyak 5 orang penambang pasir di aliran sungai Gunung Kelud wilayah Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar tersambar petir. Bahkan, satu diantaranya meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi saat wilayah Gandusari diguyur hujan. Saat itu ke 5 penambang pasir memutuskan untuk berteduh di gubuk area tambang.
Tanpa disangka, tiba-tiba saja petir menyambar gubuk tempat kelimanya berteduh. Para penambang pasir itu pun seketika juga ikut tersambar.
“Iya kejadiannya itu di perbatasan antara Gandusari dengan Wlingi di area tambang itu, satu orang meninggal dunia, ” kata Yuliatiningsih, Camat Gandusari, Jumat (01/12/23).
Baca Juga: Laga Persis Vs Madura United Ditunda, Ini Kata Manajer Laskar Sape Kerrab
Proses identifikasi ke 5 penambang pasir yang tersambar petir pun kini masih dilakukan oleh pihak kecamatan dan Polsek Gandusari serta Wlingi. Sementara satu korban meninggal dunia telah teridentifikasi atas nama Hadi.
“Yang satu meninggal dunia atas nama Hadi tetapi yang 4 korban lainnya, teman-teman masih konfirmasi ke rumah sakit,” imbuhnya. (owi/ian)






