Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah proyek di bidang sistem informasi hasil temuan permasalahan di tengah masyarakat dilombakan pada Capstone Project Award.
Ketua Prodi Sistem Informasi (SI) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Ima Kurniastuti menjelaskan bahwa memberikan solusi pada permasalahan masyarakat menjadi cara Prodi SI Unusa menyampaikan mata kuliah Capstone Project.
Lewat mata kuliah ini diharapkan mahasiswa bisa mendapatkan pengetahuan tentang softskill. Misalnya seperti kemampuan berkomunikasi, problem solving, dan teamwork.
“Ada sepuluh kelompok berhasil masuk ke tahap selanjutnya. Kesepuluh tim ini mempresentasikan karya mereka di hadapan juri independen,” jelas Ima, Jumat (20/01/2023).
Dikatakan Ima, mata kuliah ini sendiri bertujuan agar para mahasiswa bisa belajar dan mengalami proses perancangan produk dari aplikasi ataupun software yang sudah dibuat. “Mata kuliah ini harus real problem di masyarakat, dan penting untuk dipecahkan,” ujarnya.

Pada Capstone Project Award ini terpilih tiga kelompok terbaik. Ketiganya, masing-masing membuat proyek bernama Sistem Informasi Lembaga Amil Zakat, kemudian Infaq dan Shadaqah NU; Sistem Informasi Keuangan Siswa. Lalu Sistem Informasi LSP Indohusada.
Salah satu mahasiswa pembuat proyek Sistem Informasi Lembaga Amil Zakat, Maisyatul Fikriyyah Al Muhafadhoh mengaku jika kelompoknya menemukan persoalan pada pencatatan dan penyaluran di LAZISNU Balongpanggang, Gresik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unusa”]
Ia mengungkapkan, bahwa sebelum dikaji oleh kelompoknya, LAZISNU Balongpanggang melakukan pencatatan secara manual. Sehingga, ia bersama tim mencoba membuat software agar mempermudah proses pencatatan.
“Kami mencoba memberikan solusinya dengan membuatkan software ini, sehingga mempermudah dalam pencatatan, penyaluran sekaligus bisa dipertanggungjawabkan secara transparan,” katanya. [ipl/but]






