Magetan (beritajatim.com) – Pagu rombongan belajar sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Magetan tak semuanya terpenuhi. Hal itu sudah diprediksi oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Magetan Suwata. Meski data lengkap dari masing-masing pengawas 420 SDN di Magetan belum terkumpul, dia menyebut kondisi itu pasti terjadi.
Suwata mengatakan, penyebabnya adalah berhasilnya program keluarga berencana sehingga angka kelahiran tidak sebanyak seperti dulu. Selain itu, adanya beberapa sekolah swasta yang berbasis agama juga banyak dipilih oleh orang tua siswa.
“Jadi, akhirnya siswa yang masuk ke SDN jadi berkurang. Banyaknya sekolah swasta berbasis agam ini yang jadi pilihan orang tua. Tapi, ini kan kewenangan mereka ya. Hak mereka untuk memilihkan di mana anak mereka sekolah,” kata Suwata pada beritajatim.com, Senin (18/7/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”magetan”]
Sementara, pihaknya belum tahu berapa jumlah SDN yang tak sampai memenuhi minimal rombongan belajar (rombel). Minimal satu rombel terdiri atas 3 siswa. Meski ada beberapa SDN yang hanya memiliki 2 siswa tetap bisa dimaklumi tergantung dari jumlah siswa di kelas lain.
“Jika masih banyak tidak masalah. Kecuali kalau sampai kelas enam dibawah rombel semua ya terpaksa harus segera diregrouping,” katanya.
Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Magetan itu menyebut seperti salah satunya SDN Ngelang 1 yang kini hanya memiliki 2 siswa baru. Menurutnya, SDN Ngelang 1 masih bisa melakukan pelayanan pendidikan karena jika diregrouping akan berpengaruh pada jarak tempuh siswa ke sekolah.
“Jaraknya kan lebih dari 100 meter untuk ke SDN satunya, jadi untuk regroup masih akan ditunda,” katanya. [fiq/but]






