Gresik (beritajatim.com) – Pasca pandemi covid-19 sektor ekonomi utamanya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai menggeliat. Untuk mendorong sektor tersebut perusahaan Petrokimia Gresik menggelar Bazar Lontar (Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar) dengan melibatkan 8 kelurahan/desa di ring satu perusahaan.
Delapan kelurahan/desa yang dilibatkan antara lain Kelurahan Kroman, Karangturi, Karangpoh, Lumpur, Tlogopojok, Ngipik, Sukorame, dan Desa Roomo. Semua kelurahan/desa itu menjajakan makanan serta minuman hasil olahan warga setempat.
Jajanan yang dijual bermacam-macam mulai dari minuman dingin, martabak, siomay, rempeyek, lemper dan makanan pembuka puasa dengan harga Rp 5.000 hingga Rp 15.000.
Siti Zaenab (52) salah satu warga asal Kelurahan Karangpoh menuturkan, adanya bazar lontar ini sangat membantu sekali khususnya di Bulan Ramadhan. Dirinya, juga sempat diberi pelatihan cara membuat kue kering yang enak. “Adanya bazar lontar ini sangat membantu menambah pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya, Selasa (4/04/2023).
Setiap harinya Siti Zaenab berjualan serabi serta es cendol di depan rumahnya. Omset yang didapat dari hasil jualan itu bisa mencapai Rp 500 ribu. “Alhamdulillah hasil dari jualan itu juga buat biaya sekolah anak. Saat diajak berjualan di bazar lontar saya langsung setuju saja meski cuma dua hari,” katanya.
Sementara itu, Rama Yusron Harbiansyah VP Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik mengatakan, kegiatan ini merupakan program pengembangan masyarakat sekitar utamanya di ring satu perusahaan. “Pandemi covid-19 menyisakan pekerjaan rumah, atau PR ekonomi bagi kita. Untuk itu, peran UMKM mempunyai dampak positif. Untuk mendukung ini kami bersinergi. Salah satunya menggagas bazar lontar yang meruoakan wujud nyata masyarakat di sekitar perusahaan,” pungkasnya. [dny/kun]






