Ringkasan Berita:
- Warga menemukan bayi laki-laki di area tebon sekitar Ring Road Timur Madiun.
- Bayi ditemukan dalam kondisi terbungkus paper bag dan plastik biru.
- Polisi memastikan kondisi bayi sehat setelah menjalani pemeriksaan medis.
- Aparat masih mencari keberadaan ibu kandung bayi untuk dimintai keterangan.
Madiun (beritajatim.com) – Suara tangisan bayi dari area tebon di sekitar Ring Road Timur, Kota Madiun, mengejutkan seorang warga yang sedang mencari rumput pada Jumat (15/5/2026) pagi. Setelah ditelusuri, suara tersebut ternyata berasal dari seorang bayi laki-laki yang ditemukan dalam kondisi terbungkus paper bag dan plastik biru.
Penemuan bayi itu terjadi di sekitar jembatan perbatasan Kelurahan Patihan dan Sogaten, Kecamatan Manguharjo, sekitar pukul 07.00 WIB.
Warga yang menemukan bayi langsung memanggil warga lain sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Manguharjo.
Tak lama berselang, anggota kepolisian datang ke lokasi dan segera mengevakuasi bayi ke RSUD Sogaten untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Kapolsek Manguharjo, Lilik Sulastri, mengatakan bayi ditemukan dalam kondisi selamat dan sehat berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis.
“Bayi saat ditemukan masih hidup dan kondisinya sehat. Setelah dievakuasi langsung kami bawa ke rumah sakit supaya mendapatkan penanganan medis,” kata Lilik.
Polisi kemudian melakukan penelusuran terkait identitas keluarga bayi tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun aparat, bayi laki-laki itu diketahui berinisial ANAS dan diperkirakan berusia sekitar 18 hari.
Ayah kandung bayi bernama Bambang disebut telah mendatangi lokasi setelah mengetahui kabar penemuan tersebut. Sementara itu, keberadaan ibu kandung bayi bernama Nur Ainin Aniyah (36) masih dalam pencarian pihak kepolisian.
“Kami masih mendalami kasus ini dan mencari keberadaan ibu kandungnya untuk dimintai keterangan,” imbuh Kapolsek.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil keputusan gegabah ketika menghadapi persoalan keluarga maupun ekonomi yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.
“Jika ada masalah, jangan mengambil keputusan yang bisa membahayakan orang lain. Polisi siap membantu memediasi agar persoalan bisa diselesaikan dengan baik,” tandasnya. [rbr/beq]





