Surabaya (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya melakukan sosialisasi modul pengawasan partisipatif.
Sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat dan komunitas di Surabaya, seperti ormas, OKP, karang taruna, dan komunitas ojek online.
Ketua Bawaslu Surabaya, Muhammad Agil Akbar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
“Salah satu upayanya, Bawaslu sudah menunjuk beberapa mitra strategis pengawas pemilu diantaranya dari teman-teman ormas dan OKP,” kata Agil di Hotel Platinum, Kamis (12/10/2023).
Agil menambahkan, Bawaslu juga telah melakukan hal yang sama di workshop Kabupaten Kota yang dikemas dalam training of trainer (TOT).
“Outputnya, mitra strategis di luar lembaga pemantau ini akan terlibat secara aktif dalam menyebarkan dan mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pemilu,” imbuhnya.
Sementara itu, Syaifudin, Kordiv pencegahan, partipasi masyarakat dan hubungan masyarakat Bawaslu kota Surabaya, mengakui keterbatasan jumlah personil Bawaslu.
“Di tingkat kota kita cuman lima orang, kecamatan tiga orang, kelurahan satu orang, dan TPS satu orang,” jelasnya.
“Tentu kalau bicara tentang pengawasan secara holistik atau menyeluruh kita butuh bantuan masyarakat,” tambahnya.
Meskipun diluar struktur pengawas pemilu tetapi para pengawas partisipatif ini tetap akan diikat menjadi salah satu keputusan lembaga kader pengawas partisipatif Bawaslu.
Kewenangannya, lanjut Syaifudin, mereka nantinya akan melakukan pelaporan, kemudian juga meneruskan ide-ide pengawasan pemilu khususnya di Kota Surabaya ataupun di wilayah mereka masing-masing.
Di agenda yang sama, mewakili kepala kesekretariatan Bawaslu Surabaya, Hansetyo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut kegiatan Bawaslu Jatim.
“Bawaslu Jatim telah membuat modul pengawasan Partisipatif sebagai arahan dan acuan bagi masyarakat dalam menjalankan perannya sebagai bagian dari pengawasan Pemilu partisipatif,” papar Setyo.
Modul tersebut, katanya, berisi materi apa saja yang bisa dilakukan masyarakat yang ingin berperan aktif dalam pengawasan Pemilu.
“Selesai dari acara ini, diharapkan ada rencana tindak lanjut peserta untuk berkolaborasi bersama Bawaslu Surabaya dalam melakukan pengawasan Pemilu menyeluruh di kota Surabaya,” katanya.[asg/but]






