Jakarta (beritajatim.com) – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja menyatakan kerja pengawasan yang dilakukan pengawas pemilu dapat terlihat dari pembuktian kebenaran penghitungan suara. Bawaslu juga memastika kinerja anak buahnya aman dan jujur.
“Teman-teman pengawas menghasilkan banyak hal, yang menolong calon anggota legislatif untuk kemudian mendapatkan kebenaran terhadap perhitungan suara,” ungkap Bagja mengutip via laman resmi Bawaslu RI Senin (29/1/2024).
Untuk mendapatkan kebenaran terhadap perhitungan suara, Bagja memerintahkan jajaran pengawas pemilu untuk melakukan pengawasan logistik dan sanksi yang diterima bila kelebihan cetak surat suara.
“Pengawasan logisitik akan berhubungan dengan pelanggaran administrasi, etik dan tindak pidana, jika kelebihan cetak satu surat suara maka harus ada yang dipidana, pengawasan anda menentukan kasus pidana,” jelasnya.
Selain itu, Bagja juga menginstruksikan jajarannya untuk melatih Panwascam.
“Tugas anda kedepan latih Panwascam dalam melakukan tindakan saat di TPS,” ujarnya.
Dibagian lain, Bagja menyatakan, menjelang akhir dari masa kampanye dan tibanya masa tenang Bawaslu akan segera melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK).
“10 Februari semua kampanye selesai, 11 Februari masa tenang dan akan ada penertiban APK, semua hal yang melanggar PKPU (Peraturan KPU) harus ditertibkan,” tukasnya dalam Konsolidasi Nasional Evaluasi Manajemen Pengawasan Proses Tahapan Logistik Pemilu dan Persiapan Pengawasan Tahapan Pemungutan dan Perhitungan Suara pada Pemilu 2024 di Solo,beberapa waktu lalu. [aje]






