Malang (beritajatim.com) – Bawaslu Kabupaten Malang terus berupaya memperbaiki citra politik di Pemilu 2024 mendatang, menjadi lebih baik lagi. Bawaslu juga mengingatkan agar tidak ada “Black Rider” pada pesta demokrasi nanti.
Sehingga, hal itu bisa menjadi contoh yang baik bagi generasi pemilih muda. Dengan begitu, pemilih pemula di Kabupaten Malang tidak mudah diarahkan untuk memilih calon tertentu.
“Jangan sampai ada black rider, yang berkepentingan mengarahkan memilih calon tertentu pada pemilih pemula,” tegas Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang, Mohammad Wahyudi, Jumat (12/5/2023).
Wahyudi mengaku, pihaknya terus melakukan sosialisasi agar pesta demokrasi nanti berjalan dengan baik. Terutama pemilih pemula bisa memberikan hak pilihnya sesuai hati nurani mereka. Sesuai pilihan mereka tanpa harus dikendalikan atau Black Rider.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/mundur-komisioner-bawaslu-jember-pilih-jadi-caleg-demokrat/
“Kami sosialisasi terus menerus, bahwa pemilih pemula jangan mau dimobilisasi, nah peran media massa sebagai pranata sosial memiliki peran strategis mendorong partisipasi dan mendorong masyarakat dalam memberikan hak pilihnya,” ujar Wahyudi.
Dengan begitu, lanjut Wahyudi, pemilih pemula tidak apatis terhadap perkembangan demokrasi di tanah air.
“Dengan memberikan pendidikan politik dan sosialisasi, diharapkan pemilih pemula bisa memberikan hak pilihnya ke TPS, sesuai sosok pemimpin yang diidamkan,” Wahyudi mengakhiri. [yog/but]






