Lamongan (beritajatim.com) – Sebanyak 1.062 mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla) dilepas untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2022. Para mahasiswa ini disebar 10 kecamatan yang ada di Lamongan..
“Unisla melepas 1.159 peserta KKN 2022, yang terdiri 1.062 Mahasiswa KKN Reguler 26 Mahasiswa Koordinator Pusat I (Korpus I), 32 Mahasiswa Korpus II, 39 Mahasiswa Korpus III (MBKM-Kampus Mengajar, PPK, dan lainnya). KKN Reguler ini dilaksanakan di 30 Desa di 10 Kecamatan selama 30 hari di bulan Agustus,” ujar Rektor Unisla, Bambang Eko Muljono, Senin (1/8/2022).
Adapun 10 kecamatan yang akan menjadi lokasi project yaitu Kecamatan Lamongan, Karangbinangun, Paciran, Brondong, Sekaran, Pucuk, Turi, Sugio, Kembangbahu dan Sambeng.
Bambang menyampaikan KKN ini mengusung tema “Memayu Raharjaning Praja”, yang terinspirasi dari motto Kabupaten Lamongan. Melalui KKN tematik ini, sebut Bambang, para mahasiswa mampu melakukan akselerasi pemecahan problem pokok kemasyarakatan di lapangan.
“Tema Memayu Raharjaning Praja ini memiliki makna mendalam, yakni berusaha dengan sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya dengan bekerja keras dan ulet untuk kesejahteraan dan keselamatan rakyat, masyarakat, dan negara,” terangnya.
Lebih lanjut Bambang mengatakan bahwa tahun ini Unisla tak hanya memberangkatan mahasiswa KKN Reguler Tematik, namun juga memberangkatkan mahasiswa program pengembangan kreativitas (PPK).
Ditegaskan oleh Bambang, PPK ini merupakan hasil pemetaan potensi sekaligus pemecahan masalah jangka panjang.
“PPK itu di antaranya optimalisasi penanganan sampah di desa Sekaran melalui digitalisasi bank sampah menuju desa mandiri sampah 2025, pemanfaatan biopori dan keramba jaring apung sebagai upaya mitigasi banjir tahunan,”
“Serta pemulihan perekonomian desa Blawi Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan, dan pemberdayaan perempuan melalui sekolah perempuan desa di Desa Tambakmenjangan,” jelasnya.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang berkesempatan untuk memberangkatkan secara simbolis peserta KKN ini mengajak para mahasiswa ambil peran dalam pembangunan daerah.
[berita-terkait number=”3″ tag=”unisla-lamongan”]
“Mahasiswa memiliki peran dalam mewujudkan Lamongan yang inklusif. Dengan penempatan di desa-desa mahasiswa dalam hal ini dapat menjadi jembatan informasi pembangunan yang dilakukan pemerintah sekaligus menjadi pengamat, melihat di lapangan bahkan bisa membantu masyarakat untuk merealisasikan program pemerintah seperti realisasi dana dusun. Sehingga dengan kehadiran mahasiswa, masyarakat desa semakin terbantu dengan nilai gotong royong,” tuturnya.
Di hadapan peserta KKN, Bupati Yuhronur juga menyampaikan kepada para mahasiswa tentang berbagai program yang terus diimplementasikan pemerintah, seperti program prioritas Jamula, penyaluran dana dusun, hingga gerakan membangun pariwisata ramah dan terintegrasi (Rama Sinta).
Yuhronur mengklaim, kondisi perekonomian Lamongan terus mengalami peningkatan, dari yang terkontraksi 2,65 persen akibat pandemi kini mampu tumbuh menjadi 3,43 persen pada 2021.
Menurutnya, pertumbuhan itu ditopang oleh berbagai potensi seperti tanaman pangan, hortikultura, perikanan, peternakan, industri, perdagangan, hingga pariwisata yang menarik untuk dikembangkan.
“Dengan kehadiran mahasiswa KKN di tengah-tengah masyarakat diharapkan dapat menyalurkan energi positif dan spirit untuk tumbuh bersama,” tutupnya. [riq/beq]






