Lamongan (beritajatim.com) – Kabar mengejutkan datang dari Persela Lamongan. Sang pelatih, Didik Ludianto, mengundurkan diri dari jabatannya.
Juru taktik kelahiran Bojonegoro tersebut bahkan sudah berpamitan kepada seluruh pemain dan staf Laskar Joko Tingkir setelah sesi latihan, Selasa (10/9/2024) sore. Hal itu dibenarkan olah salah satu sumber dari internal klub.
“Iya, sudah tahu gitu kok,” katanya, saat dihubungi melalui WhatsApp.
Sumber internal itu mengatakan, Didik sudah tidak memimpin latihan yang digelar di Lapangan Polda Jatim tersebut. Didik datang ke lapangan untuk berpamitan.
Mundurnya Didik tergolong begitu cepat bagi seorang pelatih dalam menangani sebuah tim. Bahkan bisa jadi merupakan yang paling singkat di sepakbola Indonesia, karena baru menjalni satu pertandingan resmi.
Namun sejak ditunjuk untuk menangani Persela, situasi yang dihadapi Didik tidaklah mudah. Kehadiraanya mendapatkan sambutan yang kurang baik dari sebagian penggemar Persela.
Hasil minor yang diraih dalam beberapa pertandingan uji coba, membuat tekanan kepada Didik sakin besar. Bahkan sampai muncul seruan #didikout di media sosial.
Aksi protes yang dilakukan suporter semakin memuncak ketika Persela gagal meraih poin penuh, kala menjamu Deltras FC Sidoarjo, di laga perdana Liga 2 2024-2025.
Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-2 tersebut, para suporter sempat mengumandangkan nyanyian protes yang ditujukan kepada Didik. Bahkan protes juga berlanjut setelah pertandingan usai.
Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai alasan pengunduran diri Didik Ludianto. Pihak manajemen Persela juga belum memberikan pernyataan. Manajer Persela, Fariz Julinar Maurisal, maupun Didik Ludianto, belum memberikan respon ketika dihubungi.
Setelah mundurnya Didik Ludianto dari kursi pelatih Persela, patut dinantikan siapa yang akan menggantikan posisinya. Opsi terbuka untuk Zulkifli Syukur yang saat ini menjabat asisten pelatih Persela, karena juga telah memegang lisensi A. Tapi juga tidak tertutup kemungkinan akan ada pelatih baru yang didatangkan. (fak/ian)






